A Little War

Setelah perjalanan 17 Jam menuju Spanyol, akhirnya Januar telah tiba di sebuah pelabuhan yang ada di negara itu.

Ia berjalan menuju dermaga di mana kapal berlabuh. Sesaat sampai dermaga mata Januar tertuju pada satu yacht lumayan besar di sana. Tidak ada lagi kapal selain kapal itu, dengan cepat ia melangkah masuk ke dalam kapal tersebut.

“look who's here,” Ucap seseorang yang sudah bersumpah darah dengan posisi berlutut menghadap Januar yang baru saja masuk ke kapal tersebut.

“Shut your mouth christian!” Perintah Yuda, namun Christan sama sekali tidak peduli dengan perintah Yuda.

“De'Luca Junior Still alive!” Serunya dengan kekehan.

Daffa sudah siap menembak kepala Christian dari belakang, namun ia menurunkan kembali pistolnya melihat kode dari Januar.

“Hai Christan, lama tidak berjumpa,” Sapa Januar basa-basi.

Chirstian terkekeh. “Sepertinya tuan ledoardo akan senang dengan berita yang akan ku sampaikan nanti,” Ucap Christan dengan bangga.

Januar terkekeh mendengar hal tersebut. “Pisau,” Kata Januar seraya menjulurkan tangannya meminta pisau.

Jeffery menyerahkan sebuah pisau ke tangan Januar. “Tarik,” perintah Januar untuk menarik katrol yang mengikat tangan Christian.

Dalam sekejap Christian sudah tergantung dengan badan yang sudah naked, dan banyak bekas cambukan di badannya.

Januar duduk di depan kaki sebelah kanan Christian. “Saya harap kamu bisa jalan setelah ini, dan sampaikan berita ini dengan bangga terhadap tuan mu,” kata Januar dengan nada yang sangat rendah.

Sreett

Dengan sekali goresan ia menarik pisau tersebut dari pangkal paha Christian sampai ke telapak kaki depan Christian, membuat kakinya mengeluarkan banyak darah.

“Arghhh, Fuck you !” Jerit Christian kesakitan.

Januar terkekeh, begitupula para araster Zone yang lainnya. Bahkan Marva tertawa terbahak-bahak melihat Christian kesakitan.

“Apa kalian sudah cukup?” Tanya Januar kepada mereka.

Mereka semua mengangguk. “Lebih dari cukup,” Jawab Yuda dengan smirk khas di bibirnya.

“Bawa itu kemari,” Suruh Januar. Dengan cepat beberapa bodyguard yang ada disana membawakan sebuah tempat duduk yang terbuat dari kayu dan menaruh di bawah kaki Christian.

Tidak cukup itu saja, dua bodyguard mereka yang lainnya membawakan dua box di tangan mereka masing-masing.

Januar berdiri lalu menatap Christian sejenak. “Just kill me De'luca Junior!” Pinta Christian dengan nada yang tersengal-sengal ketakutan.

Januar tersenyum dan menatap Christian dengan seksama. “Saya akan memberikan kamu sedikit hadiah Christian untuk kerja keras kamu selama ini,” Sahut Januar di tanggapi tawa oleh mereka yang ada di ruangan tersebut.

“Fuck you all!” Umpatnya lagi.

Januar terkekeh. “Urus lebihnya, saya mau mayatnya di kembalikan ke atasannya, lalu bersihkan Yacht saya,” Perintah Januar lalu keluar dari ruangan tersebut.

Dengan satu lirikan dari Tristan para bodyguard memahami kode tersebut. Dengan cepat mereka menurunkan sebuah box besar dan panjang transparan menutupi tubuh Christian, seakan-akan box itu adalah tameng antara dirinya dan para araster Zone di sana.

“Sudah tuan,” lapor bodyguard tersebut.

Tristan mengeluarkan sebuah toples yang berisikan anak-anak kelabang dengan jumlah yang sangat banyak di sana.

“Say hi ke anak-anak yang lucu ini Christian,” Kata Tristan sambil menunjukan toples yang ada di tangannya.

“No, please kill me, jangan siksa saya!” Jerit Christian memberontak.

“Okay, kami akan membunuhmu dengan cepat,” sahut Tristan lalu mengode ke saudaranya yang lain untuk sedikit menjauh dari sana.

Dengan cepat mereka melangkah mundur secara bersamaan. Tristan melempar toples yang ada di tangannya itu ke dalam box transparan yang ada Chirstian di dalamnya.

Toples tersebut pecah mengenai lantai, membuat anak-anak kelabang tersebut keluar dari toples dan menaiki box tersebut sedikit demi sedikit.

“Are you kidding me?” Tanya Chritian yang masih meremehkan keadaan.

Tristan terkekeh. “Of course no,” Jawabnya dengan tegas.

“Lihat ke atas Christian,” ucap Yuda.

Christian menatap ke atas. Di atasnya sudah ada box transparan berisikan kelabang, bukan anak kelabang dan juga kalajengking disana.

“Nikmati hadiah dari kami,” Ucap Daffa ke Christian.

“Fuck you!” Umpat Christian lagi.

Dwussss

Dengan sekejap serangga-serangga tersebut menyerbu dan memenuhi badan Christian. Bahkan anak-anak kelabang tadi sudah memasuki hidung dan juga segala lubang yang ada di tubuh Christian.

Mereka semua beranjak keluar dari ruangan tersebut, tidak ingin melihat hal itu lagi, karena sudah di pastikan Christian akan mati dalam sekejap, dan itu tidak asik bagi mereka.

“Good Job all,” puji Januar yang sedang menunggu mereka semua di luar.