afraid
Kenzo meminta izin ke araster Zone selaku para Abang Kayla. Tanpa basa-basi mereka mengizinkan Kenzo untuk masuk ke dalam kamar Kayla.
Bagaimanapun mereka yakin Kayla tidak baik-baik saja seperti yang mereka kira. Mereka memang berjumlah banyak, tapi tidak satupun dari mereka dapat membantu Kayla untuk mengontrol dirinya, hanya Kenzo orang yang berhasil.
“Ken tetep jaga adek gue supaya baik-baik aja ya,” Ucap Jack seraya menepuk pundak Kenzo sebelum Kenzo memasuki kamar Kayla.
Kenzo mengangguk lalu ia masuk ke kamar Kayla. Ia melihat gadis manja yang sangat ia jaga itu sedang terduduk di kasurnya dengan memeluk erat kedua kakinya.
Ia menghampiri Kayla, mendudukkan dirinya di samping Kayla. “Kayla,” panggilnya lembut.
Kayla yang sadar atas kehadiran kenzo ia segera mengangkat kepalanya. Kenzo sedikit shock melihat keadaan sang gadis, mata sembab kemerahan dan pipi yang sangat basah oleh air mata.
“Ezo,” lirihnya lalu memeluk Kenzo dengan erat.
Kenzo tersenyum ia membalas pelukan sang gadis, mengelus lembut rambut hingga punggung Kayla, agar ia merasa tenang.
“Siapa yang bikin cantiknya Ezo nangis hm?” Tanyanya dengan suara yang sangat halus membuat kayla sedikit merasa nyaman.
“Queen,” Jawab Kayla lemah.
Kenzo mendengus mendengar jawaban Kayla. “Mereka jahat, Queen gak suka,” sambung Kayla dengan tersedu-sedu.
“Hei tatap mata Ezo sini,” suruh Kenzo seraya menangkup pipi Kayla. Kayla menatap sorot mata Kenzo, mata yang dari dulu bisa menenangkan dirinya.
“Banyak orang jahat disana, dan kita gak bisa merubah dan menahan mereka,” kata Kenzo. “Tapi Kayla tau, ada Ezo ada Abang-abang kamu berjumlah 9 orang, ada anak-anak warriors sekarang mereka jaga kamu,” sambungnya.
Air mata Kayla semakin deras mengalir mendengar ucapan Kenzo. “Dia jahat, tapi dia di sayang papa. Kayla sayang papa. Queen gak sayang Kayla, Kayla takut ezo.” Perkataan Kayla membuat hati Kenzo sakit, ia terbayang gimana gelapnya kehidupan sang gadis di masa lalu.
Itu alasan dirinya selalu menjaga sang gadis, ia tidak mau melihat Kayla seperti ini. Dan ini alasan mengapa dirinya sama sekali tidak jijik ketika melihat Kayla dengan sifat manjanya, karena dia harus mempertahankan itu agar tidak di kuasai oleh orang lain.
Kenzo tersenyum ke Kayla menyeka air mata Kayla yang terus-menerus turun. “Tidur ya?” Tanyanya. Kayla menggeleng kuat.
Namun Kenzo tetap membawa tubuh Kayla agar menjadi posisi tidur, ia meniduri Kayla di sampingnya dengan kepala yang bertumpu di atas tangan kanannya.
“Ezo,” Panggil Kayla.
“Hm?”
“Jangan tinggalin Kayla,” mohon Kayla. Mendengar itu Kenzo menarik Kayla agar lebih dekat dengan dirinya.
“Never,” sahut Kenzo.
Perlahan Kenzo meninggalkan tempat tidur Kayla, ketika ia melihat sang gadis telah terlelap.
Ia melangkahkan kakinya keluar dari kamar Kayla. “Tuhan ku!” Kenzo mengelus dadanya karena kaget ketika melihat para Abang Kayla telah siap dengan perkakasnya masing-masing.
“Siapa suruh peluk-peluk?” Tanya Thomas dengan tatapan tajam.
“Bawa dia kemari,” seru Januar lalu mereka semua melangkahkan kaki ke ruang tengah.
“Kan udah gue bilang bro, mending sama gue!” Cicit Jack membuat Kenzo merinding kesekian kalinya.
