Amanah Haechan

Lucy dan Haechan sedang menunggu mobil Agent Irregular menjemput mereka. Kini hanya ada suara angin lewat di antara mereka. Hening tidak ada satupun percakapan, Lucy yang melamun ntah memikirkan apa. Dan Haechan yang segan untuk berbicara.

Haechan mendehem agar menarik perhatian Lucy. “Ada masalah luc?” Tanyanya.

Lucy terbuyar dari lamunannya, lalu Lucy menoleh ke arah Haechan dan netra saling ketemu. “Beberapa hal mungkin,” jawab Lucy.

Haechan menghela nafas pelan, lalu ia tersenyum lembut ke arah Lucy. “Malam dimana Lo nanya gue habis ngapain, dan gue jawab gue lagi nelpon. Itu gue nelpon Jeno,” Ujar Haechan menjelaskan.

Lucy menatap mata Haechan kebingungan. Lalu ia terkekeh pelan, “Iya Chan, gue udah tau dari Jeno,” jawab Lucy seraya tersenyum.

“Apapun yang terjadi nanti, kita sahabat kan Luc? Sekecil apapun perasaan kita satu sama lain, ada sedikit perasaan kasihan dan menganggap kalian keluarga,” Ucap Haechan tiba-tiba.

Lucy mengangguk, tidak bisa di pungkiri suatu saat pasti akan ada dari mereka yang berkhianat. Beginilah sistemnya, tidak ada yang beneran keluarga, apalagi sahabat.

“Itu mereka,” tunjuk Haechan ketika melihat mobil Agent Irregular.