Ambil jika bisa

Hari yang ditunggu telah tiba, dimana Lucy sedang menunggu kedatangan para Agent Irregular di pelabuhan shanghai.

Winter menampakkan diri, dengan segera Lucy loncat dari atas container yang ada di pelabuhan tersebut.

Namun sialnya di belakang winter sudah ada beberapa bodyguard, berserta Johnny, Taeyong dan Juga Atasan Choi menghampiri winter.

“Ohhh shit...” Umpat Lucy sambil berjalan ke belakang sedikit demi sedikit.

“Ohh lihat siapa yang ada di depan kita, ternyata dia belum mati,” cibir atasan Choi.

Semua yang ada disana terlihat shock melihat Lucy, namun tidak dengan winter.

“Apa kamu mau kembali? Atau kamu ingin membuktikan bahwa kamu adalah Agent yang benar dengan melakukan misi sendirian?” Tanya atasan Choi. “Kalo begitu berikan vaksin itu ke saya,” pinta atasan Choi.

Lucy menyatukan alisnya. “Vaksin?” Tanyanya. “Aaaaaa ini?” Ucap Lucy sambil mengeluarkan sebuah botol yang berisikan cairan yang di duga vaksin itu.

“Sini ambil,” tantang Lucy ke atasan Choi.

Atasan Choi melirik ke arah winter seakan-akan menyuruh winter merebur vaksin itu dari tangan Lucy.

Winter melangkahkan kakinya, namun tertahan. “AA aaaa aaa masa cewe? Kena jempol gue aja mati,” ucap Lucy merendahkan winter dengan tatapan dan senyuman mengejek.

“Eummmm siapa yang seru,” kata Lucy sambil berjalan ke kiri dan ke kanan. Kaki Lucy berhenti lalu mengatakan, “Lo sini maju,” tunjuk Lucy ke seseorang.

Johnny merasa kaget, karena orang yang di tunjuk adalah ia. “Cepat ambil!” Perintah Atasan Choi. Dengan berat hati Johnny melangkahkan kakinya menuju Lucy.

Lucy melemparkan tas nya ke sembarang tempat, mengambil ancang-ancang siap untuk berkelahi.