Awasi kita ya

Winter kini berada di rooftop dimana biasa Lucy berada menenangkan dirinya sendiri.

Winter menatap bintang, bintang yang bersinar terang dibawah langit hitam yang gelap. Bulir air mata jatuh di pipinya, ia mengembangkan senyum di bibirnya.

“Bahkan gue gak pernah sesedih ini ketika gue kehilangan tim dulu, tapi kenapa gue merasa kehilangan Lo banget Lucy,” Monolog winter sambil memukul dadanya yang terasa sesak.

Ia membuka sebuah surat, surat yang ia dapat dari Johnny. Surat itu ia satukan dalam sebuah amplop, berisikan Surat, Foto, dan kertas terakhir dari Lucy yang bertuliskan terimakasih dari darahnya.

Ia menekuk lututnya, lalu memeluk lututnya sendiri. Menangis menyesal sedalam mungkin. “maaf!” Teriak Winter.

Jaemin yang baru saja sampai di tempat dimana winter berada, ia duduk di samping winter. Matanya tertuju pada sebuah amplop yang winter pegang.

Tanpa permisi Jaemin mengambil amplop tersebut, ia membukanya lalu membaca isi surat tersebut.

Muka Jaemin terlihat shock setelah membaca surat tersebut ia menoleh ke arah winter dimana keadaan winter yang sangat kacau, air mata memenuhi wajahnya.

Ia menarik winter kedalam pelukannya, menenangkan winter walaupun usaha itu malah membuat winter menangis semakin menjadi-jadi.

“Ini beneran?” Tanya Jaemin mengenai surat dan foto yang ia lihat.

Winter mengangguk di dalam pelukan Jaemin. Winter menarik tubuhnya menjauh Jaemin, lalu ia berdiri dan berteriak. “Lucy!! Awasi kita dari sana ya, sekali lagi maaf!” Jerit winter.