Bawa duitnya...
“Halo,” sapa Lucy ke sang penelepon.
”..........”
“Hah? Bin udah disini? Kok cepet?” Balas Lucy.
”.......”
“Bahkan udah merekam semua yang terjadi?” Ujar Lucy sambil menunjukan ekspresi terkejut.
”........”
“Oke see u Jen,” Finish Lucy, lalu memasukkan handphonenya lagi ke dalam saku.
“Gimana udah denger?” Tanya Lucy ke atasan Choi.
“Arrghhh, apa mau kamu?” Tanya atasan Choi kembali.
Lucy berfikir sebentar. “Duit, duit yang kalian curi dari Jaksa Lee,” Jawabnya.
Lucy mengambil sebuah chip dari tasnya lalu memasang chip tersebut di baju Johnny. “Chip ini bakalan gue aktifin besok malam, bawa semua duit itu ke tempat dimana chip ini terlacak,” perintah Lucy.
“Hai sorry telat,” sapa seseorang yang baru saja loncat dari sebuah container menghampiri Lucy.
“Hai Jen, gpp,” balas Lucy.
“Komandan saya bakalan datang dalam 1 menit, jika kalian ingin selamat, gunakan 1 menit itu untuk pergi,” ancamnya.
Atasan Choi dengan segera melangkahkan kaki menjauh dari sana, di ikuti oleh semua bodyguard dan juga winter.
Taeyong tersenyum ke arah Lucy, Jeno dan juga Johnny sebelum ia mengikuti langkah atasan Choi.
“Apa yang.... Kalian kasih ke saya,” tanya Johnny dengan lemah.
Lucy melepaskan borgol yang ada di lengan Johnny, ia segera jongkok mensejajarkan posisinya dengan Johnny.
“Obat tidur, selamat tidur, Lucy tau bang Jo udah berjuang keras selama ini. Sekarang istirahat walaupun cuman berapa jam,” jawabnya lalu memberi kode ke Jeno agar membawa Johnny.
