Berangkat

Lucy Pov
Sekarang gue udah ada di ruangan segala sesuatu untuk misi tersedia, dari senjata, alat pelindung diri semuanya deh.
Semua Agent Irregular lainnya masih sibuk mempersiapkan persiapan, tapi enggak dengan gue, gatau kenapa terlalu banyak pikiran yang menghantui otak gue.
“Kenapa luc?” Tanya Winter menghampiri gue.
Gue tersentak kaget karena suara winter, gue tersenyum seakan-akan tidak ada yang terjadi. “Gpp kok Wint,” Jawab gue, lalu melangkahkan kaki untuk mempersiapkan diri.
Gue mengambil rompi anti peluru, sebuah guns, dan sebuah pisau. Gue bukan tipe yang ribet dalam memakai senjata, karena gue yakin hanya dengan tangan gue udah bisa membuat seseorang lupa ingatan.
Setelah mempersiapkan diri, gue menghampiri Jaemin yang sedang berkutik dengan spider laptopnya, entah apa yang ia lakukan.
“Jae, ngapain?” Tanya gue.
“Nanam bibit sawi nih,” Ujar Jaemin membuat gue langsung menoyor kepala dia.
“Ya lihat atuh Lucy, ini lagi ngapain gue jadiin teh celup beneran lu ye.”
Gue hanya nyengir setelah mendengar jawaban Jaemin. Gue melihat Renjun yang sudah siap menghampiri gue dan Jaemin.
Dia duduk di samping gue, “Luc Lo tadi ngapain keluar teritorial 127'A?” Tanya Renjun membuat gue sangat shock.
“Hah? Lo tau darimana?” Tanya gue kebingungan. Renjun membuka mulut hendak menjawab namun di potong oleh teriakan Jeno.
“Sudah siap? Ayo berangkat,” Teriak Jeno.