Berbalik

“Lakukan,” perintah seseorang melalui Earphone. “Baik,” jawab Lucy dengan nada kecil.

Perlahan Johnny mendekati Lucy, namun fokusnya melemah, efek benturan yang baru saja terjadi membuat Johnny lengah.

Lucy tidak menyia-nyiakan kesempatan, dengan cepat dan lihai ia menendang lengan Johnny, pistol yang ada di tangannya terlempar ke sembarang tempat.

“Fuck....” Umpat Johnny. Johnny hendak melawan namun di karenakan kondisinya yang lengah. Kini keadaan berbalik.

Lucy berhasil melumpuhkan Johnny, Johnny ia buat duduk berlutut berhadap rombongan atasan Choi.

Sregg

Lucy memborgol kedua tangan Johnny di belakang badannya. Kini posisi Johnny benar-benar terancam.

“Hei, gimana masih mau vaksinnya?” Tanya Lucy sambil mengejek.

Atasan Choi merasa kesal dengan ejekan Lucy, ia memberi aba-aba kepada para bodyguardnya untuk maju. Namun sayang langkah para bodyguard harus terhenti.

“Vaksinnya udah ada di jarum suntik ini, bagaimana kalo kita suntikan langsung ke manusia? Kayaknya seru,” ucap Lucy sambil mengarahkan jarum suntik tersebut ke leher Johnny.

“Jangan berani-berani kamu,” geram atasan Choi.

“Wopsieeeeeee,” tutur Lucy ketika cairan dari jarum suntik itu sudah masuk sepenuhnya ke tubuh Johnny.

Johnny terlihat sangat lemah, bahkan untuk membuka mata ia sudah tidak sanggup.

“Nah sekarang kalo mau vaksinya ambil aja di darah kaki kanan Lo,” lontarnya dengan lidah menjulur menandakan sedang mengejek.

Atasan Choi semakin geram dengan tingkah Lucy, ia mengepalkan tangannya, bahkan mukanya sampai memerah. “Tangkap jalang itu Taeyong,” perintah atasan Choi ke Taeyong.

“Baik tuan,” balas Taeyong menerima perintah. Taeyong melangkahkan kakinya menghampiri Lucy.

“Hopppp, tunggu dulu ada telepon,” tahan Lucy, membuat kaki Taeyong berhenti.