Burn
Kenzo duduk di rooftop gedung mewah milik ayahnya. Gedung besar yang di penuhi oleh orang-orang dengan pangkat yang di segani oleh masyarakat.
Ada yang berasal dari perusahaan swasta, bahkan negeri. Dan yang lebih mencengangkan adalah istri dan anak dari presiden juga ikut hadir dalam acara tersebut.
Kenzo sangat suka keramaian, namun tidak sekarang. Keramaian yang ia maksud adalah ocehan yang keluar dari mulut Kayla, ataupun candaan dari teman-temannya.
“Ken,” panggil Laura ketika menghampiri Kenzo.
Kenzo tersadar dari lamunannya. “Hai,” sahut Kenzo.
Laura merangkul tangan Kenzo, Kenzo sedikit tersentak namun ia sama sekali tidak menolak. “Kenapa sih?” Tanya Laura.
Kenzo menggeleng. “Gpp lar,” Jawab Kenzo singkat.
“Ken kebun di depan gedung ini baru di siram pake vitamin ya?” Tanya Laura.
Kenzo hanya menggeleng tidak tahu. “Tapi kok bau bensin ya?” Sambung Laura.
Bersamaan dengan ucapan Laura itu, sebuah goresan merah panas seketika membakar seluruh kebun di depan gedung. Api itu seakan-akan siap melahap gedung beserata isi-isinya.
Seluruh tamu undangan yang ada di dalam gedung itu kelihatan panik dan segera mencari pintu keluar. Begitupun dengan Kenzo dan Laura.
“Kok cepet banget sih?” Tanya Daffa ke Tristan.
Tristan mengangguk. “Itu korek bukan sembarang korek, itu bensin bukan sembarang bensin,” Jawab Tristan dengan santai.
“Jadi apa?”
“Korek dan bensin yang diiringi rada dendam,” Finish Tristan lalu dia segera menaiki mobilnya lagi.
Daffa hanya tertawa mendengar jawaban sang Abang tadi. Ia ikut menaiki mobil, dan mereka segera pergi dari sana ketika misi telah selesai.
