Devil

Kenzo sudah berada di mobil orang suruhan ayah nya. Ia menggenakan setelan Jas rapi, mengingat sang ayah sangat tidak suka dengan pakaian amburadul.

Sang supir memberhentikan mobilnya tepat di gerbang sebuah rumah mewah, bahkan bisa di bilang sangat mewah.

“Ada apa kau kemari?” Tanya seorang bodyguard yang ada di u Luar. Sang supir mengode bahwa ada Kenzo di belakang, mereka segera membungkuk lalu menyuruh penjaga gerbang untuk membuka gerbang tersebut.

“Selamat malam Daddy,” sapa Kenzo setiba di ruangan sang ayah.

Sang ayah tersenyum dan menyuruh Kenzo untuk duduk di depannya.

“Kamu kenal?” Tanya Sang ayah seraya menunjukan sebuah foto.

Kenzo melihat foto tersebut lalu ia menyatukan alisnya, ia sangat kenal dengan orang itu. “Januar Pratama,” Jawab Kenzo.

Ayahnya mengangguk. “Pebisnis yang sangat sukses. Tapi kamu tau sesuatu Jauzan,” Ucap Ayahnya, Kenzo hanya menggelengkan kepalanya tidak tau.

“He is the son of Da'Luka,” Lanjut sang ayah membuat Kenzo kaget.

“No Daddy, He was dead,” bantah Kenzo. “Dan Daddy yang ngebunuh keluarga mafia itu dengan kejamnya,” sambung Kenzo.

Sang ayah menggeleng. “Daddy hanya membunuh Dario De'Luka, Kenzo,” Bantah sang ayah.

“Kamu tau bukan dia mempunyai seorang anak?” Tanya sang ayah.

Kenzo enggan untuk menjawab. “Haris, apa hubungan dia dengan Januar? Jika memang Januar adalah anak dari Dario, maka dia punya lebih dari 1 anak bukan?” Lanjutnya.

Kenzo hanya terdiam, memang benar Haris mempunyai 8 Abang dan 1 adik. Tapi tidak mungkin. “No, Daddy! Cukup! Cukup tanah seluas ini, rumah dan juga sekolah yang Daddy rebut dari om Dario!” Seru Kenzo. “Kenapa Daddy sanggup mengkhianati sahabat sendiri ?” Tanya Kenzo dengan sinis.

Sang ayah menatap tajam Kenzo, ia membuat sebuah smirk di bibirnya. “Saya tidak suka dia lebih sukses dari saya Jauzan. Jika tidak kamu tidak akan sekaya ini sekarang,” Jawab Ayahnya.

“Cepat atau lambat Daddy akan muncul di sekolah, dan memperkenalkan kamu sebagai anak Daddy, dan tanggung jawab kamu akan semakin besar!” Ucap Sang ayah.

“No!” Tolak Kenzo dengan tegas. “Cukup Abang Kenzo yang Daddy buat setres di Spanyol, biarkan Kenzo hidup dengan tenang disini,” sambungnya.

Kenzo tersenyum miring lalu ia berkata. “Cukup mommy dan Abang yang jadi korban ketamakan Daddy!” Lanjutnya lalu pergi dari hadapan sang ayah.

“Arghhhh!” Teriak ayah Kenzo seraya melempar segala yang ada di atas mejanya.