Di buang
“Ini kita beneran di buang?” Celetuk Renjun dengan polosnya.
“Ya Lo pikir?” Judes Winter.
Terjadi adu tatapan mata antara Renjun dengan winter seakan-akan siap menyantap satu sama lain.
“Jadi kita harus ngapain?” Tanya Haechan kebingungan.
“Kan katanya disuruh acting kayak anak di buang,” jawab Jaemin dengan ringannya.
Winter mengalihkan pandangannya menyudahi adu tatapan maut dengan Renjun. “Emang di buang itu gimana ya?” Tanya Winter.
“Gini,” balas Renjun serasa menarik tangan Haechan lalu mendudukkan Haechan di tengah jalan. “Gimana? Cocok kan?” Lanjutnya.
Jaemin dan Winter mengacungkan kedua jempol mereka, dan tersenyum bangga.
“Lo ngajak ribut?” Ancam Haechan.
“Hehehehe,” kekeh Renjun sambil mengejek.
Jamein melihat sebuah mobil menghampiri mereka. “Itu Agent Regular cepat akting anak di buang,” perintah Jaemin membuat mereka duduk di tengah jalan dan akting lemah seperti benar-benar baru saja di buang.
Agent regular turun dari mobil, Johnny, Taeyong, Yuta dan juga Doyoung menghampiri Keempat Agent Irregular yang sedang melancarkan akting mereka.
“Kenapa bisa jauh sekali mereka terdampar?” Tanya Yuta.
Mendengar pertanyaan Yuta, Doyoung menghampiri Yuta lalu membisikkan sesuatu. “Masih mending disini, coba bayangin mereka terdampar di laut, apa tidak disuruh jadi mermaid kita?” Jawab Doyoung sambil berbisik.
“Memang ada mermaid cowo?” Tanya Yuta kembali. Doyoung hanya mengangkat kedua bahunya.
“Kira-kira perbuatan siapa?” Tanya Taeyong ke Johnny.
“BIN,” Jawab Johnny dengan singkat.
Taeyong menghela nafas kuat, lalu ia berjongkok berhadapan dengan Haechan. “Angkat mereka ke mobil,” suruh Taeyong sambil berdiri.
Doyoung dan Yuta yang sedang ribut dan kebingungan dengan mermaid, segera melaksanakan perintah dari Taeyong.
Di lain sisi Jeno dan Lucy masih berada disana, dari jauh mereka melihat Para Agent. Jeno menoleh menatap Lucy yang sedang menatap lurus ke arah sana.
“Turun aja,” tuturnya tiba-tiba.
“Ngajak gelud?” Balas Lucy.
Jeno hanya terkekeh, lalu ia menyandarkan tubuhnya di kursi. “Bangunin gue kalo mereka udah kelar,” suruh Jeno yang hanya di jawab dengan anggukan oleh Lucy.