Dream

“Saya gak suka cewe manja Naura!” Suara teriakan seorang lelaki sangat keras memenuhi rumah ini.

Plakk

Satu tamparan melayang tepat di pipi wanita yang bernama Naura ini. Ia memegang pipinya, walaupun ia setiap hari menerima tamparan dari sang suami namun kali ini sangat sakit.

“Ledoardo, ada anak kita. Gak enak,” ucapnya dengan tenang walaupun air mata membasahi pipinya.

Pria yang bernama ledoardo itu tersenyum miring. “Anak? Saya tidak pernah menganggap Jauzan itu anak saya! Anak bodoh!” Jawabnya dengan tegas.

Benar saja di sana ada Jauzan, alias Kenzo Jauzan yang baru berumur 5 tahun itu, mendengar semua percakapan kedua orangtuanya.

Ia menutup kedua telinganya menggunakan tangan. Ia melihat ke arah orang tuanya, ia melihat sang ayah sedikit demi sedikit mendekat ke arahnya.

“Jangan-jangan, jangan pukul saya lagi. Sakit!” Teriak Kenzo.

Kenzo terbangun dari tidurnya, ternyata yang ia lihat tadi adalah mimpi. Tidak, bukan mimpi, hanya saja kejadian masa lalu yang menghantui tidurnya lagi.

Ia meraba sekitar bantal tidurnya, mencari keberadaan Handphone. Setelah dapat ia mencari sebuah kontak yang di namakan 119💗.


“Halo ezo,” sapa sang penelepon yang di namakan oleh Kenzo 119💗.

Kenzo bernafas lega ketika mendengar suara gadis itu. Benar, suara gadis yang bernama Kayla, ia baru saja menelepon Kayla. “Maaf Kay,” Ucapnya lirih.

“Ezo kenapa? Ezo gak bisa tidur?” Tanya Kayla bertubi-tubi.

Kenzo mengehela nafasnya kasar, lalu ia menyandarkan badannya di kepala kasur. “Maaf Kay, gue bodoh Kay.” Kenzo menangis, ia tidak mengerti kenapa ia sangat sakit ketika mengucapkan kata maaf itu.

Kenzo dapat mendengar Kayla menghela nafas. “It's okay ezo, sekarang bo-” perkataan Kayla belum selesai, seperti ada pergerakan yang menarik Handphone Kayla.

“Kay? Kenapa kay?” Tanya Kenzo khawatir.

“Adik saya udah waktunya tidur, kamu jangan ganggu waktu istirahat adik saya.” Telepon di tutup secara sepihak, ternyata Handphone Kayla di ambil oleh Januar.

Kenzo tersenyum simpul, lalu ia mengusap wajahnya kasar. “Bodoh Lo Ken,” rutuknya kepada dirinya sendiri.