Gue harap Lo beneran mati

Jeno pov

Gue berada di sebuah perpustakaan, namun perpustakaan ini gue sewa untuk diri gue sendiri. Gue ingin keheningan dan kenyamanan.

Anehnya gue malah mendatangi perpustakaan, gue teringat suatu hal. 'lo tau gak Jen? Baca buku atau lihat buku itu bisa bikin setres hilang loh.' gue teringat apa yang di katakan Lucy.

Lucy?, Gue terkekeh pelan. “Apa kabar Lo luc? Lagi sekarat? Atau udah mati? Gue berharap Lo mati, mati bunuh diri dengan kepala yang pecah,” monolog gue sambil tertawa.

Gue mengambil sebuah buku dari rak buku yang ada di sini, lalu duduk di lantai. Gue hanya menatap buku itu, tidak membacanya. Gue bukan orang yang rajin membaca, bahkan gue bisa dibilang benci membaca.

“Semoga kita gak ketemu besok ya? Lo puas-puasin aja di neraka,” ucapku berharap.


Author POV

Ketika Jeno sedang melamun dan membolak-balik halaman buku yang ia pegang, tiba-tiba sebuah telepon masuk ke handphonenya, membuat lamunan ia pecah.

“Halo?” Sapanya.

”.......”

“Oh? Cepet juga, gue kesana, jangan di ganggu,” Ucap Jeno kepada sang penelepon.

Ketika sambungan telepon terputus, Jeno segera bangkit dan meninggalkan perpustakaan tersebut.