Hati-hati
Seorang pria misterius tengah menatap ke sebuah dinding dimana dinding tersebut penuh dengan foto-foto pembunuhan yang baru saja terjadi akhir-akhir ini.
Ceklek
Suara pintu terbuka, seorang pria lainnya masuk ke dalam ruangan tersebut. “Bagaimana bisa ada psikopat sekejam dirimu, bahkan sampai memoto korbannya,” tuturnya tiba-tiba.
Pria yang ia sebut psikopat itu hanya terkekeh pelan lalu membalikkan badan menghadap pria tersebut. “Manusia biasa sepeeti dirimu tidak akan pernah bisa paham,” ejeknya.
Pria tersebut hanya mengangguk, lalu ia melemparkan sebuah plastik. Pria psikopat ini mengambil plastik yang di lempar tadi dan membukanya. “Bagaimana bisa ada padamu?” Tanyanya.
“Ternyata psikopat bisa membuat kesalahan, DNA sudah saya palsukan, hanya pastikan tutup mulut mu rapat-rapat,” tekan pria tersebut.
Pria yang di sebut dengan psikopat ini membuat smirk pada bibirnya seakan-akan meremehkan perkataan pria yang ada di depannya.
“Bukannya yang seharusnya tutup mulut itu kamu?” Tanya pria tersebut seraya melangkahkan kakinya menghampiri pria satu lagi.
“Dia balik bukan? Kejadian 2 tahun silam, jaga dirimu baik-baik,” ucapnya sambil menepuk pundak pria tersebut.
Pria yang di sebut psikopat ini melangkahkan kakinya hendak keluar namun langkah kakinya terhenti. “Ahhh jangan lupa tutup pintu setelah berpikir.”
Pria itu hanya terdiam, membisu tidak tau harus bagaimana. Namun detik kemudian ia tersadar dan segera mengikuti pria yang ia sebut psikopat, keluar dari ruangan tersebut.