Hurt
Kayla melangkahkan kakinya dengan gembira di lorong sekolah, ia hendak menuju ke kelas Kenzo. Namun langkahnya terhenti ketika melihat di kelas Kenzo sudah rame, ada apa?
Sorot mata Kayla melihat ke arah anak-anak Warriors namun hanya ada Aksa, Raka, Elvano, dan juga Johan. Kemana Kenzo dan Kakanya Haris?
“Kak Aksa!” Seru Kayla memanggil Aksa. Mereka melihat serentak ke arah Kayla.
“Oh, hai Kay akhirnya lo mau ngomong sama gue,” Jawabnya.
“Itu kenapa? Ezo mana?” Tanya Kayla bertubi-tubi.
“Lo mau lihat?” Tanya Aksa disahut anggukan oleh Kayla.
Aksa merangkul pundak Kayla. “Permisi,” ucap Aksa menyuruh murid-murid yang sedang berkerumun di kelas mereka.
Kayla begitu shock ketika sudah masuk ke kelas Kenzo, ia melihat tulisan jahat di papan tulis kelas Kenzo. “Kenzo anak seorang pelacur, dia anak yang seharusnya tidak hadir, ibunya murahan,” kata Kayla membaca tulisan itu.
Dada Kayla terasa sakit ketika melihat tulisan itu. Kepalanya terasa pusing, seakan-akan ia pernah mendengar atau melihat kata yang sama di hidupnya.
Sorot mata menatap Kayla dengan kebingungan, namun Kayla tidak mau menghiraukan mereka. “Ezo dimana?” Tanya Kayla ke Aksa, Aksa mengangkat bahunya. “Gatau,” Jawabnya.
Kayla melangkah keluar dari kelas itu di ikuti oleh Aksa. “Kantin gas?” Tanya Aksa ke anak warriors yang lain.
“Gas!” Jawab mereka serentak.
“Pasti ezo di taman belakang,” Gumam Kayla.
Kayla terus melangkahkan kakinya menuju taman belakang, namun langkahnya lagi-lagi terhenti ketika melihat seseorang yang sangat ia kenali.
“Kak Haris,” monolog Kayla ketika melihat kakaknya Haris yang sedang di bully habis-habisan.
Kayla mengepalkan tangannya. “Tahan Kayla, kak Haris kuat kok.”
Kayla melanjutkan langkahnya, sorot matanya melihat seseorang disana, Kenzo! Yang ia cari sedari tadi.
Senyum di bibir Kayla melebar ketika melihat Kenzo, ia melangkahkan kakinya lagi untuk melihat jelas Kenzo disana. “Ez-” Kayla hendak memanggil Kenzo namun tertahan.
Ia melihat Kenzo yang sedang menangis di pelukan wanita yang ia kenali, siapa lagi kalo bukan Laura?
Hati Kayla terasa sesak, kakinya lemas. Ia melangkah mundur sedikit demi sedikit. “Kayla ini Kayla,” monolog Kayla sambil memukul-mukul dadanya yang terasa sakit.
Tangan Kayla yang tadi sedang memukul-mukul dadanya terhenti, ia melihat permen yang hendak ia kasih ke Kenzo. “Hal manis harus di bayar dengan hal manis,” gumamnya. Lalu ia melangkah menghampiri Kenzo.
“Ezo!” Panggil Kayla, Kenzo kaget melihat kehadiran Kayla, begitu juga laura. Dengan cepat Kenzo menjauh dari Laura.
“Ini,” ucap Kayla seraya meletakkan permen di tangan Kenzo. “Permen?” Tanya Kenzo keheranan.
Kayla tersenyum lalu ia berbalik dan melangkah menjauh dari mereka. “Kayla, tunggu Kayla!” Teriak Kenzo, ia hendak bangun namun di tahan oleh Laura.
“Ken!” Kesal Luara. Tangan Laura di tepis oleh Kenzo dengan kuat. Kenzo berlari mengejar Kayla yang perlahan menjauh dimana dirinya berada.
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang sedang memantau mereka dari jauh. “Cih, murahan,” monolog orang itu.
