Jaga Andra

“Andraaaa,” teriakku dengan heboh ketika melihat pak Jonathan masuk dengan Andra dan Nana di gendongannya.

Aku segera mengambil alih menggendong Andra, bayi dengan Hoodie kebesaran yang bikin dia makin imut, sama sekali tidak keberatan ketika aku gendong.

“Tolong jagain Andra ya Danita,” pinta Pak Jonathan. Aku mengangguk dengan cepat dengan pandangan masih fokus dengan andra. “Siap pak!” Ucap ku.

Aku melihat Nana yang cemberut ia langsung memeluk leher sang ayah, aku menyatukan alis kebingungan. “Daddy, kak Anin nda sayang Nana hueeeeee,” rengek Nana sambil menangis.

“Loh Nana, Kakak sayang kok sama kamu, nanti kita buat cake bareng-bareng ya?” Tawarku sambil menenangkan Nana.

“Udah jangan nangis, nanti buat cake sama Kak Anin mau hm?” Tanya Pak Jonathan ke putrinya.

“Janji?” Ucap Nana sambil mengulurkan jari kelingkingnya.

Aku mengangguk. “Janji,” balasku seraya menautkan jari kelingking ku ke jari kelingking Nana yang sangat kecil.

“Saya permisi, Andra jangan bawel ya,” pamit pak Jonathan.

“Ssiap Daddy, bye-bye,” ucap ku sambil meniru suara anak kecil dengan tangan memegang sebelah tangan Andra dan melambaikan tangan Andra ke pak Jonathan dan Nana.