Jam tangan
Hari telah berganti, Kun waktu menunjukkan jam 6 pagi. Belum ada kegiatan apapun di Markas besar 127'A baik Irregular Agent ataupun Regular Agent.
Namun pikiran gabutnga Lucy, atau bisa di bilang kebiasaan aneh selalu saja melintas di otaknya. Kini dia sedang berada di luar markas dan hendak keluar dari komplek markas besar, hanya untuk buang bungkus permen.
Ketika sudah sampai di depan gerbang masuk Markas besar 127'A atau bisa dibilang batas masuk dan keluar teritorial 127'A, Lucy melihat seseorang yang sangat familiar baginya.
Pria tersebut sedang berbicara dengan 2 orang misterius, Lucy hanya bisa melihat jam tangan pria familiar tersebut.
“Siapa dia?” Monolog Lucy.
Karena merasa hanya perasaan Lucy saja yang aneh, mungkin saja itu orang lewat, di dunia ini bukan hanya dia saja yang hidup bukan. Dan lagi tempat keberadaan orang itu sudah di luar teritorial 127'A.
Lucy telah kembali setelah membuang bungkus permen ke depan pintu gerbang. Ia melihat Haechan yang sedang menelepon seseorang, namun ketika netra mereka berdua bertemu Haechan dengan panik segera menutup telepon tersebut.
“Kenapa panik?” Tanya Lucy.
Haechan hanya cengengesan, dan menggaruk leher belakangnya yang tak gatal. “Hehehe ada deh privacy!” Jawabnya singkat lalu melangkahkan kakinya masuk kedalam markas.
“Aneh,” Gerutu Lucy, Ia pun langsung ikut masuk kedalam markas.
Di dalam markas, tepatnya di ruang kumpul semua ada disana, tengah sibuk dengan dunianya masing-masing.
“Loh Jae? Lo jam baru? Kemarin kayanya bukan Gucci deh, cieeee habis di beliin cewe ya,” Ucap Winter. Ucapan winter membuat netra Lucy melihat ke arah Jam Jaemin.
Muka Lucy sedikit shock, Jeno menepuk pundak Lucy. “Kenapa luc? Sakit?” Tanyanya. Lucy hanya menggeleng.
'Jae? Gak mungkin kan?' batin Lucy
