Jangan dipake lagi

Kirana naik ke atas, maksudnya ke rooftop dimana Jeno berada. Setelah kedatangan Jeno ke rumah Kirana, yang membuat Jeno dan Winwin berkelahi dan Winwin memutuskan untuk pergi dari rumah Kirana dengan emosi yang membara.

Kirana melihat Jeno merem dengan heads earphone di telinganya. Kirana duduk di sebelah Jeno, membuat Jeno menyadari kedatangan Kirana, dan segera melepaskan earphone yang ia pakai.

Kirana mengambil sebuah kapas dan mengoleskan Betadine ke kapas tersebut, ia hendak mengobati muka Jeno yang terluka. Namun Jeno menahan tangan Kirana, tepatnya pada sebuah jam yang Kirana pakai.

“Kenapa di tahan?” Tanya Kirana kebingungan.

Bukannya menjawab, Jeno malah memejamkan matanya, ia merasakan sesuatu hal, benar saja ia menyentuh sebuah benda dan tentu saja ia akan melihat masa lalu dari benda tersebut dengan kemampuannya.

“Jam ini udah di sadap,”

“Sesuai perintah anda,”

“Good,”

Suara itu masuk ke dalam pikiran Jeno, melihat dua orang memakai baju serba hitam, namun salah satu di antara mereka berdua sangat familiar bagi Jeno.

Jeno tersentak sadar, dan ia segera melepaskan tangan Kirana yang sedari tadi ia pegang. Kirana keheranan, ada apa dengan Jeno?

Jeno mengetik sebuah pesan di handphone nya lalu ia menunjukkan kepada Kirana. Lepas Jam-nya

“Loh kenapa?” Tanya Kirana.

Jeno menempatkan jari telunjuknya di bibir menyuruh Kirana untuk tidak bersuara.

Lepaskan saja cepat! Jeni mengetik pesan lagi di handphonenya dan menunjukkan ke Kirana.

Kirana segera melepaskan Jam yang ia pakai, lalu ia serahkan ke Jeno. Dengan cepat Jeno menggapai sebuah batu yang berada di dekatnya, lalu menghancurkan jam itu seketika.

“Lo di sadap,” Kata Jeno yang membuat Kirana kaget bukan main