Jangan khawatir
Kirana terbangun ia melihat Jaehyun dengan muka paniknya. Dan juga Jeno dengan muka di tekuk, dapat ditebak mungkin Jeno habis di marahin oleh Jaehyun.
“Kak,” panggil Kirana dengan suara serak.
Jaehyun yang mendengar segera menoleh. “Kamu udah bangun sayang? Apa yang sakit? Dimana yang sakit?” Tanyanya bertubi-tubi.
Kirana tersenyum lalu menggelengkan kepalanya. “Kakak gak marahin Jeno kan?” Tanya Kirana sambil melihat ke arah Jeno yang menatapnya.
Jaehyun menoleh ke arah Jeno sebentar, lalu menatap kembali adiknya. “Tadi sedikit doang,” jawabnya.
Sudah Kirana duga, Kirana hanya tersenyum mendengar jawaban dari Jaehyun. “Dokter Yuta, Kirana mau jumpa sama dokter Yuta,” Pinta Kirana. Jaehyun mengangguk lalu segera memencet bel yang ada di sebelah ranjang Kirana.
Pintu ruangan Kirana di rawat terbuka, Yuta baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut. “Halo Kirana, gimana udah enakan?” Tanyanya seraya tersenyum.
Kirana mengangguk. “Kak, Jen, Kirana mau ngomong sama dokter Yuta,” ucap Kirana.
“Iya, kalo ada apa-apa panggil kakak ya,” balas jaehyun seraya mengecup kening Kirana.
Kirana mengangguk lalu tersenyum ke arah Jaehyun dan Jeno.
“Kamu ikut saya, harus di sidang,” suruh Jaehyun sambil merangkul pundak Jeno.
“Kenapa Kirana?” Tanya Yuta.
“Dokter Yuta yang operasi Kirana 2 tahun yang lalu bukan?” Tanya Kirana kembali.
Yuta mengangguk. “Iya saya yang operasi kamu,” Jawabnya.
“Apa ingatan Kirana yang kembali itu adalah semua yang Kirana alami?” Tanya Kirana dengan tatapan sedikit takut.
“Yang kamu alami, dan yang kamu lihat. Semua ingatan itu akan bercampur, namun dengan perlahan kamu dapat membedakannya,” jawabnya dengan tenang. “Apa kamu mengingat sesuatu Kirana?” Lanjutnya bertanya.
Kirana mengangguk, mengalihkan pandangannya ke depan, yang tadinya menghadap Yuta. “Mama, Papa, bunuh, anak yang tidak di inginkan,” lirih Kirana dengan mata yang berkaca-kaca.
Yuta menatap adik sahabatnya itu dengan perasaan campur aduk. “Mau saya panggilkan dokter Kun?” Tawarnya.
Kirana segera menggelengkan kepalanya. “Rahasiakan semua ini ya Dok? Kirana takut, orang di sekitar kirana itu-” ucapan Kirana terjeda.
“Itu?” Tanya Yuta penasaran.
“Jahat,” sambung Kirana.
Yuta menghela nafas. “Jangan khawatir ya, sekarang kamu istirahat,” ucapnya sambil membenarkan selimut Kirana dan mengusap rambutnya pelan.