Jangan nakal

Malam ini aku menginap di rumah Johnny, bos sekaligus pacarku, iri kan kalian? Hihihih.
Kini aku sedang berada di kamar Johnny, lebih tepatnya berada di pelukannya. Tenang saja kita gak aneh-aneh kok, cuman akunya aja manja.
Aku mendongakkan kepala menatap wajah Johnny. “Jangan pergi,” ucapku seraya mengerucutkan bibirku.
Johnny tersenyum, lalu ia mengecup bibirku sekilas. “Bentar doang hun,” Jawabnya seraya mengelus pipiku.
Aku kembali menenggelamkan wajahku di dada lebar Johnny. Rasanya nyaman. “Walaupun sebentar hueee, ikut.....” Rengekku.
“Anak kecil gak boleh ikut,” Ledeknya lalu memelukku dengan erat. “Tidur ya, besok pagi aku harus ke bandara, kamu kerja kan.”
Aku tidak menghiraukan ucapannya, aku tetap menenggelamkan wajahku di dada Johnny, sambil menangis.
Mengetahui aku yang sedang menangis Johnny segera mengusap kepala ku, sesekali mengecup keningku.
“Gak lama sayang, 1-2 hari jangan nangis,” ucapnya menenangkan.