Jeno......

Jeno keluar dari sebuah ruangan mirip seperti kamar, sebut saja ruang istirahat bagi mereka.

“Gimana?” Tanya seseorang yang baru saja menghampiri Jeno.

Jeno menatap orang tersebut, ternyata dia adalah Lucas, anggota BIN lainnya.

“Ya gitu,” Jawab Jeno.

Lucas menghela nafas panjang. “Mereka udah gerak, Presiden Lee kabur,” tuturnya sukses membuat Jeno terkejut.

“Kabur? Bukannya hari ini konferensi pers?” Tanya Jeno keheranan.

Lucas mengangguk. “Bakalan di ganti sama Jaksa Lee, dan kemungkinan besar tujuan mereka adalah menculik jaksa Lee.”

Jeno hanya menatap kebingungan, dia tau bahwa memang itu rencana awal mereka.

“Wait jangan bilang hari ini juga?”

Lagi-lagi Lucas mengangguk. “Semua ada di tangan Lo,” Jawab Lucas seraya menepuk pundak Jeno.

Di tengah pembicaraan Jeno dengan Lucas tiba-tiba muncullah seorang wanita dengan rambut pirang menghampiri mereka.

“Hai Jen gimana keadaan cewe Lo?” Tanyanya.

Jeno menoleh ke arah cewe tersebut, ternyata dia adalah Yuqi. Jeno memberi tatapan tajam kearah Yuqi. “Cewe mata lo,” tajamnya.

Mereka bertiga tertawa kecil, tiba-tiba mereka menutup telinga karena teriakan seseorang dari dalam ruangan istirahat mereka.

“JENO ANJING!”