Jeno dan Aksinya

Jeno dan Bella sekarang tengah berada di sebuah restoran mewah disebuah mall.

Mereka sedang tidak berdua, namun Lia sahabat Bella baru saja datang menghampiri mereka.

“Jadi gimana? Winter aman gak?” Tanya Bella kepada Lia.

Lia mengangguk. “Aman kok, lagian udah di jaga sama orang-orang Lo disana,” Jawab Lia dengan santai.

Mereka bertiga melanjutkan kegiatan makannya, namun tiba-tiba Lia permisi untuk ke toilet.

“Gue ke toilet bentar ya Bell,” izin Jeno.

“Oke, jangan lama-lama nanti aku kangen,” rengek Bella.

Jeno hanya tersenyum lalu melangkahkan kakinya ke arah toilet.

Jeno berbohong kepada Bella, dia tidak berniat untuk ke toilet. Namun dia menunggu seseorang keluar dari toilet wanita.

“Mau berbisnis?” Tanya Jeno kepada seseorang yang baru saja keluar dari toilet wanita.

Jeno tersenyum mengejek, lalu menghidupkan audio rekaman dari handphonenya.

Wanita yang baru keluar dari toilet tersebut mendengar dengan seksama audio rekaman yang di putar oleh Jeno.

Audio rekaman tersebut berputar hingga akhir, Jeno memasukkan kembali handphonenya kedalam saku celana sekolah yang ia pakai.

“Gimana Lia? Terkejut? Gue bakalan ngasih audionya ke Lo, dengan syarat—” Ucap Jeno kepada wanita tersebut, Ya, kepada Lia.

Muka Lia sekarang sangat kaget, dan menahan amarah yang menggebu-gebu.

“Syarat apa?” Tanya Lia.

“Jangan sampe ada satupun goresan di tubuh Winter, pastikan dia baik-baik saja disana, dan bersikaplah dengan tenang saat kembali ke meja makan,” Jawab Jeno. “Gampang bukan? Jika semuanya Lo turuti, malam ini juga gue share ke Lo, selamat bekerja.”

Jeno menepuk pundak Lia, lalu melangkahkan kakinya kembali ke meja makan, dimana Bella menunggu dengan muka kesal.

“Kok lama sih?” Kesal Bella.

“Sorry babe, tadi rame,” Jawab Jeno sambil tersenyum.

Lia sampai kembali ke meja makan, lalu duduk di kursi yang tadi ia duduki. Mukanya masih menahan amarah, namun dia berusaha untuk tenang.