Just Go

Kayla sedang membantu teman-teman kelasnya membersihkan kekacauan yang baru saja terjadi.

Iya itu benar-benar Kayla, bukan Queen.

Burghh

Suara pintu dibuka paksa oleh orang dari luar. Orang itu adalah Laura dan teman-temannya.

Laura berjalan dengan muka emosi menghampiri Kayla. “Lo anjing!” Bentak Laura ke Kayla.

Kayla berjalan mundur, ia takut dengan kehadiran Laura.

“Kak sakit kak,” lirih Kayla.

Laura menjambak rambut Kayla sekuat mungkin, bahkan kalo rambut Kayla tidak kuat mungkin saja sudah lepas di buatnya.

“Maksud Lo apa sih? Mau sok jadi pahlawan hah!” Lagi-lagi Laura membentak Kayla.

Teman-teman sekelas Kayla hanya menonton kejadian itu. Tidak ada satupun yang berani membantu Kayla.

Kayla berusaha sekuat mungkin untuk melepas tangan Laura dari rambutnya, namun sayang jambakan itu semakin kuat.

Kenzo dan anak-anak warriors lainnya tiba di kelas Kayla, ia melihat Laura yang sedang merundung Kayla dengan kejam.

“Laura lepas!” Kenzo berteriak menyuruh Laura untuk melepas tangannya.

“Lo diem atau kepala Kayla gue buat berdarah!” Ancam Laura.

Kayla tidak berani ngapa-ngapain sekarang, ia hanya bisa nangis. Ia teringat traumanya dulu, ia sangat tidak bisa di kenai di bagian kepala

Papa sering melukainya di bagian kepala, papa sering menarik rambut Kayla. Kayla tidak suka.

Reva yang baru saja balik dari toilet melihat keributan di kelasnya, ia juga melihat jelas Kayla yang habis-habisan di bentak oleh Laura.

Dengan cepat Reva mendorong badan laura. “Berani kok sama adek kelas?” Tanya Reva dengan tatapan mengintimidasi.

Laura tidak terima atas kehadiran Reva, ia hendak menjambak rambut Reva namun sayang. Reva terlebih dahulu memelintir tangannya.

“Asal Lo tau, Kayla gak hadir di aula karena dia di toilet, lo kalo udah salah. Salah aja, jangan nyalahin orang,” Ucap Reva dengan tegas. “Kalo murahan ya murahan aja anjing, gak usah nyakiti orang yang gak bersalah, gak cukup Lo berlindung sama bokap Lo? Mau nyakiti anak orang juga?” Sambungnya.

Laura meringis karena tangannya. “Lepas!” Pinta Laura.

Dengan cepat Reva melepasnya, namun sedikit di dorong oleh Reva, membuat Laura terhuyung ke belakang.

“Keluar, Keluar gue bilang!” Teriak Reva menyuruh Laura dan geng cabe-cabean nya keluar.

Reva menghampiri Kenzo dan anak-anak warriors yang sedari tadi hanya menonton. “Lo juga, Lo laki kan? Gak malu sama batang Lo, kenapa cuman nontonin, gak tau mau ngebantu siapa iya?” Tanya Reva dengan smirk di bibirnya.

Kenzo tidak berani menjawab bahkan ia tidak berani menatap mata Reva. “Keluar Lo, gak berguna,” Finish Reva lalu ia menghampiri Kayla yang sudah terduduk lemah.

Kayla terduduk lemah dengan tangan memeluk kakinya. “Papa, takut. Papa,” gumam Kayla, ia benar-benar kalut dalam rasa takutnya.

Haris segera menghampiri Kayla. “Hei ada kakak di sini, udah ya.” Haris memeluk adiknya ia sangat tau bahwa sang adik sangat ketakutan sekarang.

“Lo semua takut? Mau sampe kapan Lo semua takut sama si Laura hah? Sama Kenzo juga? Lo semua bodoh!” Teriak Reva lalu ia keluar dari kelasnya.