Kebenaran
Sesampainya di rooftop Lucy segera berlari selayaknya anak kecil yang sedang berjalan-jalan di luar rumah.
“Wahhhhh seru ya dunia luar, seandainya aja kita bisa keluar Korea,” seru Lucy.
Jeno berjalan mensejajarkan posisinya dengan Lucy. “To the point, maksud Lo pas malam kita di rooftop Lo gak tau kalo gue disitu BIN?“Tagih Jeno.
Lucy menggelengkan kepalanya dan terkekeh sedikit mendengar pertanyaan Jeno. “Jen gue gapernah tau Lo siapa, kenapa bisa gue mancing pertanyaan begitu. Lo gak inget pas Haechan ngungkit tentang Lucas dan yuqi? Sebenernya gue random aja sih nanya, dan Lo malah jawab 'iya mereka BIN',” Jawab Lucy.
Lucy mendudukkan dirinya di atas semen rooftop tersebut tidak ada bangku untuk duduk disana. Ia mengeluarkan sebuah Vape dari kantong celananya.
Jeno mengikuti langkah Lucy dan ia juga duduk di samping Lucy, wajahnya seakan-akan bertanya apa maksud dari semua ini?
“Darimana Lo bisa menjebak gue seperti itu?”
Lucy yang sedang menghisap dan menghembuskan Vape dengan santai, menoleh ke arah Jeno. “Gue penipu Jen, Lo juga kan? Umur boleh aja gue masih 18 tapi pengalaman gue buat nipu udah luas Jen, gue bukan bocah yang baru pubertas kemarin malem.”
Lucy mengeluarkan sebuah flashdisk dari saku jaket yang ia pakai. “Ini kan yang Lo mau?”, Tanya Lucy sambil memainkan Flashdisk tersebut di tangannya.
“Lo ceroboh Jen, Lo masuk ke lingkup orang pinter semua, Segitu cerobohnya BIN?” Ejek Lucy.
Jeno hanya terdiam, ia tidak tau ingin menjawab dan berbuat apa sekarang, ia sudah mati kutu di buat Lucy.
“Jaksa Lee Dong Wook, Lee Jeno, Presiden Lee Donghae—” Perkataan Lucy terpotong, ia menghisap dan menghembuskan Vape nya di sela-sela perkataannya. “Lee family, kenapa Lo mau nangkep paman ahh maksud gue Jaksa Lee dengan BIN, padahal Lo adalah Agent Irregular,” Lanjut Lucy.
“Karena gue BIN, dan gue gak bakalan mau kasus ini di laksanakan oleh Agent, Lo tau sendiri alasanya,” ucap Jeno dengan sedikit emosi.
“So sekarang Lo bakalan balik ke BIN?”
“Ya,”
“Kenapa Lo bilang ke gue?”
“Karena gue bakalan ngedapetin flashdisk itu, dengan imbalan gue bisa menjanjikan Lo dunia luar.”
Lucy terkekeh lalu ia bangun dari duduk, dan melemparkan flashdisk yang ia pegang sedari tadi ke hadapan Jeno.
“The Agent my family, gue gak butuh dunia luar,” sarkas Lucy lalu ia segera melangkahkan kaki menghilang dari hadapan Jeno.
