Kebenaran —1

FLASHBACK

Duggg

Suara hentakan kaki seseorang yang baru saja melompat dari luar ke dalam ruangan. Itu adalah Jeno, ia melompat kedalam ruangan dimana Lucy di siksa habis-habisan.

Ia melihat Lucy yang terkapar lemah, dengan darah yang berceceran dimana-mana. Dan dengan pistol yang berada tepat di mulut Lucy.

Jeno segera mengambil handphone lucy, lalu segera menghancurkan handphonenya.

“Masuk,” perintah Jeno melalui Earphone. Beberapa saat kemudian Lucas dan Yuqi memasuki ruangan yang sama.

Jeno segera mengambil pistol yang ada di mulut Lucy, ia membangunkan badan Lucy secara perlahan.

“Kan udah gue bilang jangan terlalu terbawa emosi,” ucapnya seraya memapah Lucy.

“Lo anjing, mulut Lo lemes,” gerutu Lucy.

Jeno mengode ke Yuqi untuk mengambil alih memapah Lucy. Dengan segera Yuqi memapah Lucy yang sangat lemah itu.

Jeno menghampiri Lucas lalu mereka membuka sebuah kantong jenazah. “Kayaknya baju Lucy harus di tukar, banyak bekas cambukan di baju Lucy, jadi biar tidak ada kecurigaan di mereka,” kata Lucas.

Jeno mengangguk. “Bener juga,” balas Jeno.

“Buka baju Lo,” ucap Jeno spontan membuat Lucy ternganga.

“Lo anjing,” umpat Lucy.

Jeno mendecak mendengar umpatan Lucy. Namun dengan pelan Lucy mendengarkan ucapan Jeno, ia membuka jaket yang ia kenakan. Tenang masih ada baju di dalamnya.

Jeno mengambil tas yang ia kenakan tadi, namun ia lempar ke sembarang arah. Ia mengeluarkan sebuah jaket, lalu mengenakannya ke badan Lucy.

“Nih,” ucap Jeno sambil melemparkan jaket Lucy.

Lucas segera mengenakan jaket tersebut ke mayat seorang wanita yang entah darimana mereka ambil. Mereka menempatkan mayat tersebut tepat dimana Lucy tertidur lemas tadi.

“Munduran,” suruh Jeno kepada Yuqi dan Lucy. Dengan perlahan Yuqi membawa dirinya dan Lucy sedikit menjauh.

“Lo apa gue?” Tanya Lucas ke Jeno.

“Gue,” Jawab Jeno dengan mantap.

Jeno segera mengambil pistol yang ia rebut dari tangan Lucy tadi. Ia mempoint tepat di kepala mayat wanita tersebut.

Dorrr

Suara tembakan memenuhi ruangan tersebut, kepala mayat wanita itu pecah, darah kemana-mana. Dapat di lihat mayat tersebut masih baru dari darah yang masih keluar saat di tembak. Dan belum ada tanda-tanda pembusukan.

Jeno meletakkan pistol tersebut di telapak tangan mayat tersebut, membuatnya terlihat seperti bunuh diri.

Lucas mengambil sebuah kertas, sesuai rencana mereka, ia segera mengambil darah Lucy yang masih ada di lantai. Dan menuliskan 'thank you -Lucy' dengan darah tersebut.