Kebenaran —3
“JENO ANJING!” Teriak seseorang dari dalam ruangan tersebut. Itu adalah Lucy, ia baru saja bangun dari tidurnya.
Jeno menghampiri Lucy yang berteriak. “Kenapa?” Tanyanya.
“Minum hehehe,” pinta Lucy membuat Jeno menghela nafas kasar.
Jeni mengambil sebuah gelas lalu ia memberikan gelas itu ke Lucy. Setelah minum Lucy bertanya kepada Jeno. “Gimana akting gue bagus gak?” Tanyanya.
“Kelewatan bagus,” Jawab Jeno sedikit dingin.
“Iya dong gue gitu,” Balas Lucy dengan bangga.
Jeno hanya terkekeh. “Masih sakit?” Tanyanya ke Lucy tentang keadaannya sekarang.
Lucy menggeleng. “Gak, gue kan strongggggg,” Jawab Lucy dengan senyum di bibirnya.
Jeno mengangguk. “Istirahat aja lagi, besok kita bahas gimana kelanjutannya,” tutur Jeno lalu ia berdiri hendak keluar dari ruangan tersebut.
“Jen,” panggil Lucy. Jeno menoleh ke Lucy. “Apa?” Jawab Jeno.
“Thank you.”
