Kecurigaan
Lucy hendak membuka pin pintu markas, namun secara tiba-tiba ia kaget karena kedatangan seseorang.
“Darimana aja Lo luc,” Tanya Haechan.
Lucy menatap keheranan tumben jam segini Haechan belum tidur?
“Gue habis dari rooftop, Jeno juga disana,” jawab Lucy. “Lo yang darimana?”
“Gue habis telponan tadi, gue masuk duluan ya,” Finish Haechan lalu segera masuk ke markas.
Aneh, gerak-gerik Haechan sanngat aneh, telpon? Sama siapa coba dia telponan? Pikiran itu berputar-putar di kepala Lucy.
“Ahh bodo lah,” gerutu Lucy lalu ia melangkah masuk kedalam markas.
Didalam, ruang tunggu markas Irregular telah di penuhi oleh mereka, entah gerangan apa yang membuat mereka terbangun dini hari.
“Kenapa?” Tanya Lucy.
Winter yang mendengar suara Lucy, dia lalu menghampiri Lucy dan memanyunkan bibirnya. Seolah-olah bayi yang sedang merengek kepada seorang Ibu.
“Masa kita gajadi liburan, lihat grub,” Rengek Winter.
Jeno baru saja memasuki markas dan menuju ruang tunggu, tanpa aba-aba ia langsung menyuruh Jaemin memperlihatkan data misi berikutnya.