Kejujuran

Kayla dan Elvano Benar-benar menyelesaikan masalah mereka dengan baik-baik. Mereka saling jujur satu sama lain, dan begitupun dengan Kayla, ia meminta untuk El membuat dia semakin sayang kepada dirinya bukan semakin benci.

“Jangan marah lagi ya?” Rengek Elvano ke Kayla.

Kayla terkekeh lalu ia mengangguk. “Iya kak, jangan cemburu-cemburu lagi ya?” Elvano mengangguk, ia hendak memeluk Kayla namun tidak bisa.

“Kalo berani meluk adek kita, jangan harap pulang dengan badan utuh,” ancam seseorang. Suara itu berasal dari luar, suara Jack yang terdengar sangat keras sampai ke dalam kamar Kayla.

Benar, mereka memantau Kayla melalui cctv yang mereka pasang sebelum kedatangan Elvano ke rumah Kayla.

“Hehehe.” Kayla terkekeh. “Maaf ya kak,” Ucap Kayla.

Elvano menghela nafas. “Iya.” Ia tersenyum lalu mengusap rambut Kayla perlahan.


“Sepertinya kita harus menjodohkan Laura dan Jauzan secepatnya ledoardo,” Ucap seseorang ke Ledoardo.

Mereka sedang berada di ruangan kerja ledoardo, sedari tadi membicarakan tentang bisnis mereka.

“Saya tidak bisa memaksa Jauzan Bram,” Sahut Ledoardo pasrah.

Orang yang bernama Bram itu menghela nafas. “Jika begini saya yakin kamu akan mengkhianati saya, seperti kamu mengkhianati de'luca.

Ledoardo tersenyum miring. “Dia berbeda dengan kamu, dia tidak berhak mendapatkan kekayaan itu, ya walaupun dia berusaha keras. Dia harus menyerahkan semuanya ke saya, dan lihat bahkan anaknya pun tidak ada yang berani sama saya,” Katanya dengan ringan.

Bram terkekeh. “Bahkan kau sangat tamak ledoardo, setelah korupsi di sekolah, harta orang lain, dan menutup kejahatan di sekolah, apa saya bakalan yakin kamu tidak akan mengkhianati saya?” Tanya Bram lagi.

Ledoardo mengangguk. “Cukup lakukan tugas kamu Bram, kalo kamu mau mereka di jodohkan. Lakukan segera, saya akan mengancam Jauzan.” Perkataan Ledoardo barusan di tanggapi dengan tawa oleh Bram.

Kedua manusia yang sudah mengkhianati sahabatnya, dan mengambil harta sahabatnya, mereka tidak pernah bersalah. Bahkan setelah kejahatan yang mereka lakukan di sekolah.

Tentu saja kejahatannya bukan hanya sekedar korupsi dan menerima suap, tapi mereka juga lelaki berhidung belang yang haus akan kekayaan.