Kepintaran Lucy dan kebodohan Jeno
Atmosfir di antara mereka berdua sangat panas, tatapan tajam satu sama lain seakan-akan ingin membunuh tersirat dari netra mereka.
Jeni menghela nafas berat. “Sekarang Lo tau kan gue BIN?” Tanya Jeno memastikan.
Genggaman tangan Lucy kepada pistol mulai lemah. “Yang gue tau Lo adalah Ir-A001 Agent Jeno leader of the team,” Jawab Lucy dengan nada sedikit dingin.
Mendengar jawaban dari Lucy, Jeno segera mengambil alih pistol dari Lucy dan membalikkan badan Lucy, lalu menendang lutut Lucy membuat Lucy jatuh bertekuk lutut.
Jeno menarik pelatuk pistol tersebut lalu mempoint tepat di belakang kepala Lucy. “Apa yang Lo bilang pada saat malam itu Lucy?” Geram Jeno.
Lucy terkekeh seakan-akan mengejek Jeno. “Membicarakan Kepintaran gue agar bisa menjebak kebodohan Lo Lee Jeno,” Jawab Lucy.
Jeno kaget atas ucapan Lucy. “D—ddari mana Lo tau?” Tanya Jeno terbata-bata dengan suara yang bergetar.
Lagi-lagi Lucy terkekeh. “Lo mau buat Jaemin bangun? Dan mengetahui kebusukan Lo?”
“Jadi mau Lo apa?”
“Ikut gue ke rooftop,” Ajak Lucy.
Jeno menyetujui ajakan Lucy, lalu mereka berdua berjalan ke arah rooftop. Tentu saja dengan jarak yang sedikit jauh.
