Kepuasan

Dug dug dug.....

Suara langkah kaki memasuki sebuah ruangan dimana sudah ada seorang wanita dengan tangan di ikat disana.

“Hai gadis manis,” sapa seorang pria yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut.

“S-ssiapa kamu,” balas sang wanita dengan terbata-bata karena ketakutan.

Pria tersebut membelai pipi sang wanita dengan pelan. “Aku? You don't know who I am?” Tanyanya. Wanita itu menggeleng pelan.

“Padahal banyak berita di luar sana yang menyebutkan ku,” ucap pria itu memotong pembicaraannya seraya mendekatkan bibirnya ke telinga si wanita. “Head Hunter,” lanjutnya seraya menjauhkan diri.

Wanita itu berteriak histeris setelah mendengar siapa pria yang ada di hadapannya.

Plakkk...

Satu tamparan keras mengenai pipi sang wanita, membuat wanita tersebut terbaring di kasur.

“Arghhh,” ringis wanita tersebut.

“Apa di mata mu aku terlihat menyeramkan?” Tanya pria yang menyebut dirinya head Hunter tersebut.

“Sangat,” jerit wanita tersebut dengan nada ketakutan.

Pria tersebut sedikit kesal dengan jawaban si wanita, ia meludah ke sembarang tempat. Lalu menaiki kasur dimana wanita itu terbaring.

Pria tersebut mencengkram leher wanita itu dengan kuat membuat sang wanita merintih kesakitan. “Mari kita selesaikan,” kata sang pria.

“L-llepas,” mohon sang wanita sambil memukul tangan pria tersebut.

Pria tersebut tidak menghiraukan permohonan sang wanita, ia mencengkram leher sang wanita semakin kuat.

Wanita itu sedikit demi sedikit melemah, ia tidak bisa bernafas karena cekikan dari pria tersebut. Perlahan kesadaran sang wanita menghilang, dengan cepat pria yang menyebut dirinya sebagai head Hunter tersebut mengambil sebuah pisau.

Sreegggg

Ia menggores pisau tersebut di leher sang wanita. “Saya tidak suka wanita dengan suara keras,” ucapnya. Detik selanjutnya ia mengiris leher wanita itu sampai terputus antara kepala dan badannya.

Pria tersebut tertawa sangat puas. “Saya sangat senang ketika jati diri saya kembali,” monolognya.