Keributan di mobil

Kini Agent Irregular sedang menuju ke sebuah tempat, untuk melaksanakan aksi selanjutnya.

Keadaan di dalam mobil ricuh akan candaan mereka, namun tidak dengan Lucy dia sedari tadi hanya diam dan memandang jalanan luar.

“Kenapa luc?” Tanya Jeno memecahkan lamunan Lucy.

Lucy menggelengkan kepalanya pelan lalu netranya menatap Jeno yang sedang mengemudi. “Gpp kok cuman ngantuk doang.”

“Sini tidur,” Ucapnya.

Lucy kebingungan atas ucapan Jeno, tidur dimana? Dia baru saja mencoba untuk tidur, namun tidak bisa dalam keadaan duduk.

“Dipangkuan gue sini,” Ucap Jeno sambil menepuk pahanya. Tanpa berpikir panjang Lucy langsung menjambak rambut Jeno, membuat Jeno meringis kesakitan.

“Aaaaaaa, iya iya canda buset dah,” Ringis Jeno.

Di belakang ke4 Agent Irregular lainnya melihat tingkah Lucy dan Jeno hanya tersenyum mengejek.

“Kayaknya kita udah lengkap nih seperti keluarga bahagia, Lucy Mama, Jeno Papa, gue anak bontot, Haechan anak pungut,” celetuk Winter dengan asal.

“Kenapa gue anak pungut?” Protes Haechan.

“Cocok soalnya,”

“Gak ya, gue gamau sama Jeno,” Bantah Lucy.

“Gue juga gamau sama Lo Lucy.”

“Halah-halah,” Ejek Jaemin dan Renjun berbarengan.

Kini mobil kembali ricuh dengan candaan mereka, Jeno dan Lucy yang masih berdebat, dan juga winter dan Haechan yang berdebat karena masalah anak pungut.

“Njun, lompat yuk?” Ajak Jaemin.

“Ndak duyu, mks smsm,” Ucap Renjun berhasil membuat satu toyoran mendarat di kepalanya.