Kita mulai dari awal ya?

Ruang tengah terasa sepi, padahal Agent Irregular sudah berkumpul disana. Semua diam, tidak tau harus berbuat apa.

Semua mengkhawatirkan keadaan, mereka tidak tau harus bagaimana. Leader mereka, orang yang selalu ada di samping mereka kini satu hilang dan satu pergi untuk selamanya.

Mata winter tertuju pada sebuah pisau yang ada di meja di tengah-tengah sofa tempat mereka duduk. Ia segera beranjak dan mengambil pisau tersebut.

Jaemin yang sedari tadi melihat gerak-gerik winter, ia dengan sikap menahan winter yang berusaha menusuk dirinya sendiri.

“Awas Jae, gue mau nyusul Lucy, gue mau minta maaf sama mereka!” Jerit Winter, Jaemin tidak menghiraukan jeritan winter, ia memeluk Winter berusaha menenangkan rekannya sekaligus adik baginya.

Haechan dan Renjun hanya melihat aksi winter, mereka juta putus asa, frustasi.

“Udah ya? Kita mulai dari awal ya? Ada gue ada Haechan ada Renjun disini,” Ucap Jaemin menenangkan winter.

Winter mengangguk dengan air mata yang mengalir deras, dan suara tangisan sesegukan.