Konferensi pers

Jaksa Lee memasuki ruangan dimana banyak wartawan sudah berkumpul, ketika Jaksa Lee memasuki ruangan konferensi pers tersebut, ruangan menjadi ricuh seketika. Flash camera pun memenuhi ruangan tersebut.

Jaksa Lee berdiri di hadapan mereka semua, tidak lupa membungkuk memberi salam.

“Dengan adanya konferensi pers hari ini, saya Lee Dong Wook selaku Jaksa ingin meluruskan apa yang sedang di perbincangkan oleh masyarakat,” ucapnya.

Salah satu wartawan mengangkat tangan. “Kenapa tidak Presiden langsung yang kesini?”

“Presiden Lee sedang dalam proses penyembuhan, beberapa hari ini tubuhnya drop. Semua kasus yang timbul di publik akan kami usut secara dalam, kebenaran akan kami ungkapkan setelah semua terbukti, sementara ini saya akan membantah semua tuduhan yang ada,” jelas Jaksa Lee membuat ruangan tersebut menjadi gaduh.

Ruangan yang gaduh seketika menjadi hening karena sebuah video yang terputar di belakang Jaksa Lee. Karena heran Jaksa Lee membalikkan badannya melihat video tersebut.

“Wah dia korupsi?”

“Dia menerima suap juga.”

“Dia juga memalsukan beberapa kasus.”

Begitulah kata-kata yang keluar dari mulut wartawan disana. Video yang sedang di putar adalah video rekaman semua kebusukan yang di lakukan Jaksa Lee.

Jaksa Lee di bawa keluar oleh beberapa orang disana, di amankan seaman mungkin karena kini para wartawan mengejar mereka.


“Yuhuiii berhasil,” ucap Jaemin dengan bangga kepada Renjun.

“Siapa dulu dong? The agent,” kini Renjun yang membanggakan aksi mereka.

“Itu mereka, tangkap!” Ucap seseorang di belakang Renjun dan Jaemin. Ternyata itu adalah BIN yang sedang mengejar mereka.

Sekuat tenaga Renjun dan Jaemin melarikan diri. “Ahh kok ketangkep sih?” Gerutu Jaemin.

“Ya mana gue tau, biasa ini tugas Lucy sama Jeno anj,” kesal Renjun seraya mempercepat lari mereka.

Mereka melihat ke belakang, para BIN tertinggal jauh, namun bukan berarti untuk mereka senang. Mereka berbelok namun tiba-tiba tangan mereka berdua ditarik oleh dua orang yang mereka kenal bahkan sangat kenal.

“Lu-” belum Jaemin melanjutkan omgongannya, ia terlebih dahulu di bekap oleh orang tersebut.