Lari -2

Mereka berdua menghampiri atasan Choi dan rombongan besarta Lucy yang sedang dalam keadaan panik.

Jeno menatap Lucy. “Jangan percaya siapapun kecuali gue dan diri Lo sendiri, waktu gue bilang lari. Bawa mobil dan duit itu ke markas kita, hampiri mereka berdua oke?” Kata Jeno sambil menatap Lucy.

Lucy hanya kebingungan, ia menggelengkan kepalanya tidak setuju, ia sangat tidak setuju dengan keputusan Jeno.

“Jawab!” Tekan Jeno. Karena takut Lucy menganggukkan kepalanya mengiyakan.

“Turunkan senjata kalian, maka tikus ini akan saya lepas,” perintah Jeno.

Atasan Choi segera mengode agar bodyguardnya menurunkan senjata mereka semua.

“Siap-siap,” ancang-ancang Jeno.

Jeno melepaskan genggaman tangannya yang berada di kerah Johnny. “Lari!” Perintah Jeno. Dengan cepat Lucy lari dari gedung tersebut, benar saja ketika Jeno melepaskan genggamannya, semua bodyguard atasan Choi mengambil kembali senjata mereka.

Dorr Suara pistol yang berhasil mengeluarkan peluru tersebut, dengan segera Jeno bersembunyi di balik sebuah ruangan.

Lucy berlari sekuat mungkin, menutup kepalanya dengan tangan untuk melindungi agar tidak terkena peluru.

Ia berhasil keluar dari bangunan tersebut. Dari jauh dia melihat sebuah ambulance. Di dalam ambulance tersebut dia dapat melihat Jaemin yang sedang berada di kursi pengemudi, dan Renjun di sebelahnya.

“Kal-” Lucy hendak memanggil mereka, namun ia teringat dengan perkataan Jeno. 'Jangan percaya siapapun, kecuali gue dan diri Lo sendiri.'

Lucy segera berlari ke mobil, dan bersembunyi disana, dari jauh dia dapat melihat Haechan yang masuk ke gedung tersebut.


Disisi lain Jeno sedang berperang dengan bodyguard atasan Choi. Ia membelakangi pintu keluar, tanpa ia sadari Haechan sudah berada di belakangnya.

Dugg

Jeno terduduk, jatuh lemah. Haechan berhasil menancapkan sebuah suntikan di bahu Jeno.

Atasan Choi bertepuk tangan atas aksi Haechan tersebut. Ia menghampiri Haechan. “Kerja bagus,” pujinya lalu segera melangkahkan kaki keluar.


“Fuck,” umpat Lucy ketika melihat Jeno yang sudah tidak sadarkan diri dibawa masuk ke dalam ambulance.