Lari

Jeno sedang mempersiapkan diri untuk berjumpa dengan atasan Choi, ketika ia akan melangkahkan kakinya menghampiri Johnny yang sudah mereka ikat. Betapa kagetnya ia melihat Johnny sudah tidak ada lagi disana.
“Kaget?” Tanya seseorang tiba-tiba muncul di belakang Jeno. Karena kaget, Jeno tersentak dan menghadap ke belakang.
“Kapan anda bisa lepas?” Tanya Jeno ke orang tersebut, dia adalah Johnny.
Johnny tersenyum miring mendengar pertanyaan Jeno. “Kamu pikir saya bodoh? Kamu pikir saya anak baru lahir kemarin?”
“Jen gue udah mindahin duitnya,” lapor Lucy dari earphone yang ada di telinga Jeno.
Johnny terkekeh. “Kenapa dia masih hidup? Saya sangat puas ketika melihat dia di siksa,” lontar Johnny membuat Jeno kesal.
“Fuck,” umpat Jeno lalu segera melayangkan sebuah tonjokan ke muka Johnny.
Jeno dan Johnny sedang berkelahi, dengan muka yang di aliri darah. Jeno tidak peduli siapa yang sedang ia hadapi.
“Jen mereka nodong gue pake pistol, pistol gue di mobil Jen,” lapor Lucy melalui Earphone. Jeno hanya terdiam, karena ia sedang fokus melawan Johnny.
Dug..
Seketika Johnny berhasil di lumpuhkan oleh Jeno. Jeno segera menodong pistol ke kepala Johnny dari belakang.
“Bangun,” suruh Jeno dengan nada datar. Johnny bangun yang tadinya berlutut. “Angkat tangan anda,” suruh Jeno lagi.
Jeno membawa Johnny dengan pistol yang mengarah di belakang kepala Johnny. Dan, Johnny yang berjalan dengan tangan di angkat.