Lee
Sudah sekitar 2 Jam Jeno dan Lucy menunggu para Agent pergi dari sini. Ketika mobil para Agent bergerak Lucy hendak membangunkan Jeno yang sudah terlelap. Namun Jeno duluan bangun karena telefon yang berbunyi.
“Halo,” sapa Jeno ke penelepon.
Lucy mengode untuk mengspeaker panggilan tersebut.
“Halo nak...” Jawab sang penelepon.
Lucy dan Jeno terlihat kaget mendengar ucapan sang penelepon.
“Siapa?” Tanya Jeno kebingungan.
“Ini papa, Lee Donghae, kamu gimana di BIN? Selamatin papa ya?” Balas Sang penelepon yang mengaku sebagai presiden Lee alias papa Jeno.
Jeno menghela nafas kasar, hendak menutup telepon namun segera di cegah oleh Lucy.
“Tembok, panda, bambu, sampai jumpa nak,” Finish Presiden Lee setelah itu panggilan telepon terputus.
“China,” ucap Jeno dan Lucy serentak, Jeno segera menjalankan mobilnya.
Para Agent telah sampai kembali di markas, dalam perjalan Agent Irregular menyudahi akting merek, dan sadar kembali.
Satu persatu Agent turun dari mobil, dan melangkahkan kakinya menuju markas masing-masing.
Kecuali Johnny ia berjalan di belakang winter seakan-akan ingin menagih sesuatu. Ketika para Agent menghilang dari hadapan mereka Johnny segera menahan langkah kaki winter.
“Ibu kamu masih hidup, ini fotonya,” ujar Johnny tiba-tiba.
Winter dengan spontan membalikkan badannya, melihat sebuah foto di tangan Johnny. Winter hendak mengambil foto tersebut namun segera di masukkan kembali ke dalam saku oleh Johnny.
Johnny merendahkan badannya mensejajarkan bibir dengan telinga winter. “Lakukan tugas mu dengan baik gadis cantik ibumu menunggu kepulangan mu,” bisik Johnny dengan nada rendah namun sedikit tajam seakan-akan sedang mengancam. Detik kemudian ia melangkahkan kakinya menjauh dari winter.
Winter mengambil handphone-nya yang berada di saku, lalu membuka sebuah roomchat, roomchat tersebut adalah roomchat Irregular Agent.
“Sorry....” Lirihnya lalu memasukkan kembali handphonenya kedalam saku celana yang ia kenakan dan segera beranjak menuju markas Irregular Agent.