Manja?
Elvano tidak pernah berbohong dia benar-benar menjemput Kayla ke kelasnya. Kini mereka berdua berjalan menuju ke kantin lagi.
“Kak el, di sana banyak orang-orang gak? ” Tanya Kayla.
Elvano mengangguk. “Rame kan lagi pada rapat gurunya jadi rame,” Jawab Elvano tidak lupa senyuman di bibirnya.
Kayla memberikan senyuman kembali untuk elvano. Tidak terasa mereka sampai ke kantin. Di sana sudah ada anak warriors dan juga tidak lupa Laura.
“Hai kakak-kakak semua!” Sapa Kayla dengan ceria seperti biasa.
“Hai Kayla, cabut juga nih?” Tanya Aksa. Kayla menatap ke Elvano sambil mengerucutkan bibirnya.
“Guru rapat bukan cabut,” Jawab Elvano membuat Kayla tersenyum.
Kayla bergabung dengan mereka di kantin. Posisi duduk mereka, di bangku 1 ada Johan paling ujung kanan, ada Aksa lalu Kayla dan ada Elvano di ujung kiri. Sedangkan di depan mereka ada Haris di depan Elvano, Kenzo di depan Kayla, Laura di depan Aksa dan Raka di depan Johan.
Obrolan keluar dari mulut mereka semua, semua topik pembicaraan di bicarakan, namun tidak dengan Kenzo. Dia sedari tadi sibuk menatap Kayla yang sedang asyik dengan Elvano.
Kayla mengambil sebuah botol minuman di depannya, ia mencoba membukanya namun ia kesusahan. Kenzo hendak mengulurkan tangannya seraya berkata. “Sini gu-” Kenzo hendak menawarkan bantuan ke Kayla.
“Kak El, botolnya keras bantu buka,” pinta Kayla dengan manja.
Elvano tersenyum lalu mengambil botol yang ada di tangan Kayla dan membukanya lalu menyerahkan kembali ke Kayla.
Kenzo merasa sangat marah dengan keadaan sekarang, mungkin ia bisa di bilang cemburu? Biasanya Kayla akan manja pada dirinya, namun kini dia melihat gadis yang ia sayang bermanja-manja dengan sahabatnya sendiri.
Laura yang sedari tadi menatap Kenzo yang fokus ke Kayla juga merasa kesal, kenapa juga ia harus memikirkan Kayla?
“Ken, balik yuk,” ajak Laura sambil berbisik. Namun tidak ada jawaban dari Kenzo, ia masih fokus menatap Kayla yang asyik dengan Elvano.
