Mencoba
Jeno dan Kirana sudah berada di ruang otopsi, dimana sudah ada mayatnya Acha, dan juga Johnny beserta Doyoung disana.
“Kirana kenapa ikut?” Tanya Johnny kepada Kirana.
“Mau ikut aja sama Jeno gak boleh?” Jawab Kirana dengan pertanyaan yang ketus.
Johnny menghela nafasnya pelan terheran dengan tingkah Kirana. “Iya boleh.”
“Kirana gak lapor Jaehyun kan?” Kini Doyoung bertanya memastikan.
Kirana menggelengkan kepalanya. “Enggak kok, Kak Jae masih di tkp kan?”
Doyoung mengangguk, lalu ia menyuruh agar Jeno segera cepat melakukan apa yang dia mau.
Jeno yang paham ia langsung berdiri tepat di depan mayat Acha, lalu ia menyentuh tubuh mayat Acha perlahan.
Perlahan semua kejadian yang menimpa Acha masuk ke dalam otak Jeno, suara-suara aneh juga mulai masuk karena sentuhan tersebut.
“Jangan bunuh saya”
“Ampun”
“Sakit”
Jeno melihat seseorang dengan badan yang tegap, memakai pakaian serba hitam, dan memegang sebuah pisau dengan tak henti dia menikam Acha.
Jeno segera melepas sentuhan tersebut, ia tak sanggup melihat kesadisan yang menimpa gadis malang ini.
“Gimana Jen?” Tanya Johnny.
“Gak ada clue apa-apa,” Jawab Jeno, lalu ia segera menarik tangan Kirana keluar dari ruangan tersebut.
