menyamar bagian 2

Ketika sudah berada di ruangan Jaksa Lee, Haechan segera duduk di bangku jaksa Lee dan bertingkah seakan-akan sedang memperbaiki komputer tersebut.
Diam-diam Lucy mencabut colokan kabel komputer tersebut, sehingga ketika Haechan mencoba menghidupkan komputernya tidak menyala.
“Ahhh sepertinya komputernya sudah terkena virus,” Ujar Haechan.
Sang sekretaris terlihat semakin panik. “Apa yang harus di lakukan?” Tanyanya.
“Apa kamu bisa menjaga-jaga jika jaksa Lee datang di depan?” Tutur Lucy. Sekretaris itu menyetujui lalu ia segera menjaga didepan pintu.
Haechan dan Lucy menatap kemenangan satu sama lain, ingin tertawa karena sang sekretaris sangat mudah di tipu.
Lucy kembali mencolok kabel komputer, lalu Haechan segera menghidupkan komputernya.
Dengan segera Haechan memasukan sebuah flashdisk, lalu ia mengcopy semua data yang ada di komputer tersebut.
Sang sekretaris yang terlihat panik, kini paniknya semakin bertambah karena melihat Jaksa Lee kembali.
Sang sekretaris segera memperlambat waktu, agar Jaksa Lee tidak mengetahuinya.
“Jaksa Lee saya ingin memberi jadwal anda,” ucapnya.
Jaksa Lee menatap sekretarisnya kebingungan, “bukannya tadi udah?” Tanya Jaksa Lee.
Sekretaris tersebut sangat ingin merutuki dirinya sekarang. Jaksa Lee hendak melangkahkan kakinya menuju ke dalam ruangan.
“Ahhhh benar saja,” ucap sekretaris nya spontan membuat jaksa Lee terkejut.
“Kenapa?”
“Ini hadiah ulang tahun adek Jaksa Lee, hari ini.”
Jaksa Lee mengambil bingkisan yang di beri oleh sekretarisnya, walaupun dirinya sedikit kebingungan.
“Oh iya, untung kamu ingat,” ucapnya sambil menepuk dahi.
Setelah itu ia segera masuk kedalam ruangannya. Beberapa saat kemudian Lucy dan Haechan keluar dari pintu samping ruangan tersebut. Dan berpamitan kepada sekretaris Jaksa Lee.
Sekretaris Jaksa Lee bernafas lega setelah melihat Lucy dan Haechan keluar.