Motif yang berbeda


Jaehyun, Johnny, dan Juga Doyoung sekarang berada di sebuah ruangan tertutup milik Jaehyun. Mereka sedang berdiskusi tentang kasus head Hunter yang lagi heboh belakangan ini.

“Jadi maksud Lo ini pembunuh yang sama, tapi dengan motif yang berbeda?” Tanya Doyoung ke Johnny ketika Johnny selesai menjelaskan.

Johnny mengangguk. “Dari beberapa kasus yang dulu ia lakukan, pasti dia selalu memenggal kepala korban. Namun di kasus Acha dan juga Jaemin, dia tidak melakukan itu. Seakan-akan ada tujuan lain dari dirinya,” Jawab Johnny.

Jaehyun menyimak penjelasan Johnny dengan seksama, bahkan ia tidak berbicara sedikitpun. Berbeda dengan Doyoung yang selalu menanyakan sekecil apapun pertanyaannya.

“Darimana lo bisa memastikan itu?” Tanya Doyoung lagi.

Jaehyun menghela nafas kasar, tangannya berada di meja dengan satu tangan memainkan pulpen. “Pada saat menginvestasi ada yang namanya duga-menduga. Dan kita akan mencari apa dugaan itu benar? Dengan cara mengumpulkan bukti-bukti yang ada,” Jawab Jaehyun, Johnny mengangguk setuju.

Doyoung menatap kedua sahabatnya bergantian, dia kelihatan gelisah. “Gue gak paham, itu urusan kalian. Gue pamit,” pamitnya lalu beranjak dari ruangan tersebut.

Johnny tersenyum miring melihat tingkah Doyoung. “Lo pernah iri sama seseorang kaga Jae?” Tanya Johnny seraya menarik bangku lalu duduk di bangku tersebut.

Jaehyun mengalihkan pandangannya menjadi menatap Johnny. “Tidak,” Jawabnya singkat.

Johnny mengangguk. “Seandainya sarung tangan itu masih ada,” keluh Johnny.

Ucapan 'sarung tangan' yang keluar dari mulut Johnny membuat Jaehyun teringat akan sesuatu.

“Gue duluan,” pamit Jaehyun lalu meninggalkan Johnny sendirian.

Johnny terkekeh lalu ia merogoh kantongnya sebuah sarung tangan yang di taro didalam plastik. “Selamat,” monolognya.