Perjumpaan

Lee Donghae atau kerap di panggil Presiden Lee, sekarang ia sedang berada seorang diri di sebuah pelabuhan. Ia sangat khawatir ketika melihat titik keberadaan anaknya melalui alat pelacak yang ada di kalung yang ia pakaikan ke anaknya Lee Jeno.

Ia terlihat panik, ia melihat ke sekeliling, tidak ada tanda-tanda keberadaan Jeno ataupun Choi.

Beberapa mobil berhenti di hadapan dia, manik matanya tertuju kepada seseorang yang sedang membawa pria dengan kepala tertutup. Dia adalah Choi, siapa yang ia bawa?

Atasan Choi berjalan menghampiri Presiden Lee, dengan beberapa bodyguard di belakangnya. Dan juga Winter dan Johnny di samping kiri kanannya.

“Hai sahabat lama, lama tidak berjumpa,” Sapa Atasan Choi.

“Tidak usah basa-basi, di mana anak saya?” Tanya Presiden Lee, ia sama sekali tidak menghiraukan sapaan dari Atasan Choi.

“Wow, apa saya tidak salah dengar Lee? Anak kamu?” Timpalnya.

“Saya tidak bercanda Choi, jangan main-main dengan nyawa,” Ucap Presiden Lee dengan tegas.

Atasan Choi terkekeh, namun tidak lama ia terdiam karena sebuah lampu mobil menyorot mukanya.

Mobil itu datang dari belakang Presiden Lee, mereka melihat Lucy, Jeno, Renjun, Jaemin dan juga Yuqi, Lucas turun dari mobil tersebut.

Jeno segera berdiri di hadapan Presiden Lee, ia mengamankan presiden Lee ke Lucas dan juga Yuqi.

“Sudahi permainan bodoh anda, membusuk lah di penjara,” Ujar Jeno dengan tajam.

Atasan Choi terkekeh lalu ia menoleh ke arah Johnny. “Apa itu para Agent kamu? Dari segitu banyak Agent, hanya 2 yang berguna,” tuturnya seraya menoleh ke winter.

Atasan Choi segera membuka penutup kepala seseorang yang ia bawa tadi. Orang itu adalah Haechan. “Help,” lirih Haechan seraya menatap teman-temannya secara bergantian.

Lucy melangkahkan kakinya hendak menghampiri Haechan, namun langkahnya tertahan ketika Presiden Lee membuka suara.

“Kamu tau Choi? Bahwa selama ini vaksin itu tidak ada di saya,” ucap Presiden Lee, membuat semua orang yang ada disana kebingungan.

“Gadis yang ada di tengah-tengah kita, anak dari Jae sook Suh bukan?” Sambungnya.

“Anak yang dulu kau siksa habis-habisan, ayahnya menyusup ke dalam lab untuk mengambil obat setelah melihat keadaan anaknya yang babak belur,” lanjutnya dengan tajam. Lucy menggenggam tangannya, ia merasak takut sekarang.

“Yang dia ambil bukan obat, namun vaksin yang kita buat selama ini.” Atasan Choi terlihat shock dengan ucapan Presiden Lee, begitupun dengan Johnny.

Dan semua Agent yang ada di sana termasuk Lucy. Dia tidak sadar bahwa selama ini vaksin ada di tubuhnya.

“Kenapa bisa seorang anak yang sudah di siksa habis-habisan bertahan hidup?” Tanya Presiden Lee. “Benar Choi, karena vaksin yang kita buat memperkuat daya tahan tubuh seseorang,” Lanjutnya.

“Terus kemana Virus nya?” Tanya Presiden Lee seraya menatap Johnny. “Lihatlah orang yang ada di sebelah kanan kamu Choi, orang yang kamu percaya. Dia yang memusnahkan virus tersebut,” ucap Presiden Lee dengan senyuman miring.