Pertemuan pertama
Hai perkenalkan namaku Raania atau biasa dipanggil Ran oleh beberapa temanku. Aku adalah seorang Sarjana Manajemen, aku baru saja lulus tahun ini. Sekarang sih sedang menganggur, tapi baru saja diberi informasi lowongan pekerjaan oleh sahabatku Dika.
Kini aku sudah berada di sebuah perusahaan. Perusahaan yang sangat mewah dan besar, apakah aku bisa menjadi seorang sekretaris disini? Yang penting usaha dulu deh.
Aku melangkahkan kakiku masuk kedalam perusahaan tersebut, perusahaan besar yang bernama Johfam group.
Ketika sedang berjalan dengan santai di dalam perusahaan itu, aku melihat seorang pria memakai kemeja putih dengan segelas kopi di tangannya.
Pria tersebut fokus dengan handphone nya sehingga tidak melihat dari depan ada beberapa wanita yang berjalan tanpa melihat sekitar.
“Awas,” pekik ku dengan nada kecil. Namun sia-sia pria tersebut di tabrak oleh salah satu wanita yang berjalan dari depannya.
Wanita tersebut hanya membungkuk meminta maaf setelah itu melangkahkan kakinya dengan cepat meninggalkan pria itu.
Aku menghampiri pria tersebut, keadaannya berantakan. Kemeja putih yang ia kenakan menjadi kotor terkena tumpahan kopi.
“Anda gpp? Gak panas? Ada yang melepuh?” Tanyaku.
Pria tersebut sedikit tersentak dengan kehadiranku, ia hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. “Ini kopi hangat,” Jawabnya.
Aku mengeluarkan sebuah sapu tangan dari kantong celanaku. “Ini,” ucapku sambil menyerahkan sapu tangan itu ke pria tersebut.
Pria tersebut menerima sapu tangan aku, ia segera mengelap kemeja yang terkena tumpahan kopi tadi.
“Makanya kalo jalan tuh jangan ke hp matanya, lihat jalan. Kan jadi kotor tuh,” omel ku membuat pria yang aku omelin tertawa kecil.
Pria tersebut menganggukkan kepalanya. “Iya terimakasih, kamu mau melamar pekerjaan?” Tanyanya.
Ahhh benar saja, aku melihat jam tangan yang kini menunjukkan jam 8.20, yang seharusnya aku sudah berada disana Jam 8.00, dapat dipastikan aku sudah telat.
“Telat, anu hati-hati ya!” Ujar ku lalu segera lari menjauh dari pria tersebut.
“Untung boss nya disini,” monolog pria tersebut, yang menyebutkan dirinya sebagai boss.
