Pingsan

“Kamu itu harusnya mati.”

“Mama gamau kamu lahir.”

“Kamu cacat, kamu anak yang bodoh.”

“Kamu bukan anak papa.”

“Papa gak pernah nganggep kamu.”

“Kamu anak haram! Hasil perbuatan haram mama kamu sama lelaki lain.”

“Saya benci sama kamu!”

“Bunuh.... Gak ada yang sayang....... Bunuh....”

“Jangan!” Teriak Kirana.

Ia baru saja terbangun dari tidurnya. Lebih tepatnya pingsan. “Lo Gpp?” Tanya Jeno membantu Kirana mendudukkan badannya.

Kirana memegang kepalanya. Sakit, suara-suara aneh yang ada di mimpinya tadi, suara apa itu?

“Takut,” lirih Kirana sambil menatap Jeno.

Jeno menenangkan Kirana, membawa Kirana ke dalam dekapannya. “Ada gue disini takut kenapa hm?” Tanyanya.

Kirana menutup kedua telinganya menggunakan tangan. “Kak Jae Kirana takut!” Jerit Kirana membuat seluruh orang yang ada di IGD terkejut.


Jeno segera menelepon Jaehyun, hendak mengabari kabar Kirana sekarang.

“Halo kenapa Jen?” Buka Jaehyun.

“Bang Jae, ini Kirana,” balas Jeno sedikit panik.

“Kirana kenapa? Santai Jen, pelan-pelan,” ucap Jaehyun.

Jeno menarik nafas panjang, lalu menghembus kasar. “Kirana masuk rumah sakit bang, gue kirim lokasinya ya segera kesini,” ucap Jeno segera menutup telepon. Ia sangat takut sekarang, sangat takut di marahi oleh Jaehyun dan juga sangat takut terjadi apa-apa terhadap Kirana.