Promise -2

Kinan memasuki kamar Kayla, ia melihat Kayla yang duduk di depan kasurnya seraya bermain dengan kucing kesayangannya.

“Bubble gum sehat Kayla?” Tanya Kinan setibanya di samping Kayla.

“I'm not Kayla,” Jawab Kayla tegas.

“No, kamu tetap Kayla,” Jawab Kinan tak kalah tegas.

“Queen! I'm Queen!” Seru Kayla.

Kinan terkekeh, ia ikut mengelus bubble gum kucing imut Kayla. “Mau gimanapun kamu adalah Kayla, dan Queen nama kamu dari papa, itu akan di pakai jika kamu di Spanyol Kayla,” Ucap Kinan membuat Kayla sangat kesal.

Kayla hendak berdiri namun di tahan oleh Kinan. “Bilang, bilang apa tujuan kamu Queen,” Tagih Kinan.

Mendengar dirinya di panggil dengan Queen, Kayla sedikit menahan emosinya. “Queen akan mengungkapkan kebenaran seperti yang papa mau,” Jawab Kayla. “Izinin Queen kali ini saja Dok, Queen janji setelah ini Queen akan hidup sebagai Kayla selamanya,” Lanjutnya.

Kinan menghela nafas panjang. “Setelah semua berakhir, kita akan menjalankan semua cara untuk memulihkan diri kamu, kamu harus nurut janji?” Tanya Kinan.

“Promise!” Seru Queen.

“Oke then, saya mau bicara sama Kayla.”

Ekspresi Kayla yang dari tadi dingin, kini berubah 360° menjadi gadis periang lagi. “Hwalooo kak Kinan! Kayla tadi luka hueeee,” rengek Kayla seraya menunjukkan tangannya yang berdarah.

Kinan terkekeh, segitu cepatnya emosi dalam diri Kayla berubah. “Di suntik aja mau?” Tanya Kinan menakuti Kayla.

“KAKAK!” Teriak Kayla sukses membuat kesembilan kakaknya muncul dari balik pintu dengan segala perkakas yang ada di tangan mereka.

“Apa siapa yang jahatin adek,” kata Tristan dengan sendal di tangannya.

“Mana yang jahat dek?” Tanya Januar dengan sebuah pistol di tangannya.

“Gak bener nih, minta di jual yang jahatin adek,” ucap Thomas dengan pisau dapur di tangannya.

Yuda dengan sapu, Daffa dengan panci yang ia ambil ketika sedang masak dengan Thomas. Jeffery dengan Sutil, Jack dengan gelas di tangannya yang tidak tau untuk apa gunanya. Marva dan Haris yang memegang sebuah sendok dan garpu seakan-akan siap buat memakan orang yang membuat adiknya ketakutan.

Kayla tertawa, namun tidak dengan Kinan ia meneguk Saliva nya ketakutan. “Pupuwww Kak Kinan!” Seru Kayla dengan kekehan, kesembilan Kakanya sadar bahwa itu hanya candaan dari Kayla. Namun mereka tetap menjalankan perintah sang adik.

“Ayo Kinan, mau jadi sop atau rendang?” Ucap Thomas membuat Kinan bergidik ngeri.