Rain

Aku tertidur menatap langit-langit kamar ku, namun sesuatu teringat dalam pikiranku. Tentang dia, Taeyong orang yang yang sangat sayangi.

Flashback

Hari ini hujan, aku sedang berteduh di halte bus. Sedang menunggu kedatangan bus tentu saja. Karena aku sadar diri, aku jomblo dan tidak ada yang akan menjemput ku.

Sekarang sudah larut malam, jujur aku sangat takut. Aku takut akan menjadi korban kejahatan, namun aku tetap berdoa agar di jauhi dari bahaya.

“Hai,” sapa seseorang yang baru saja duduk di sampingku. Jujur aku sangat kaget dan juga takut, namun di lihat dari penampilannya dia orang baik.

Aku merogoh tas sampingku, mengambil sesuatu di dalam sana. “Ini pake,” ucap ku ke orang itu seraya menyerahkan sebotol minyak kayu putih.

Orang itu sedikit kaget dan menatap mataku. “Biar hangat, oh iya kenalin aku Jo, nama lengkap nanti aja kalo udah kenal lama,” ujarku memperkenalkan diri.

Orang tersebut mengambil minyak kayu putih pemberianku, lalu ia menuangkannya ke telapak tangannya. “Taeyong, panggil senyaman kamu,” Jawab orang itu yang bernama Taeyong.

Aku berbincang dan bercanda gurau dengan Taeyong, siapa sangka dia seseorang yang humoris? Bahkan ada saja candaan dari dirinya yang membuat diriku tertawa.

Tidak terasa hari semakin larut, namun bus tujuanku tak kunjung datang. Aku mulai gelisah, mana sekarang sangat dingin.

“Mau saya antar?” Tawarnya sukses membuat ku terkejut.

“Antar?” Tanyaku kebingungan.

Dia tersenyum ke arahku. “Saya bawa mobil, namun saya parkir disana,” Jawabnya seraya menunjuk sebuah mobil tidak jauh dari mereka. “Saya turun karena lihat kamu sendirian, tadi ada orang yang lihatin kamu dari jauh,” Sambungnya.

Ucapan dia membuat aku sangat terkejut, jadi dari tadi dia berusaha menjaga ku. “Kenapa?” Tanyaku pelan.

“Cinta tidak ada alasan Jo, ayo saya antar keburu kamu beku disini,” Jawabnya membuat aku mematung. Namun aku tetap mengikuti dia ke mobilnya.

Dan yang membuat aku kaget lagi adalah, dia membuka jaketnya dan melindungi kepala ku sepanjang perjalanan agar tidak terkena hujan. Bahkan ia mengantarku sampai ke depan pintu mobil.

Setelah di dalam mobil ia menghidupkan penghangat di mobilnya, lalu menjalankan mobil tersebut.

“Biar saya saja yang sakit, kamu jangan,” tuturnya tiba-tiba.

Flashback off

Aku menjerit dan berguling-guling di atas kasur mengingat kejadian dulu. Dia benar-benar menjadikan ku seorang ratu di hidupnya, dia selalu bilang sangat beruntung mendapatkan ku.

Namun nyatanya aku lah yang sangat beruntung. Terimakasih Taeyong.