Salah
Kayla berjalan sendirian menyusuri koridor sekolah, namun tiba-tiba ia di tarik oleh Laura.
Kayla ditarik dengan paksa menuju perpustakaan.
“Kak pelan-pelan,” Keluh Kayla karena Laura menariknya dengan sangat kencang.
Dengan kuat Laura mendorong Kayla sehingga tubuh kecil Kayla menabrak dinding perpustakaan.
“Lo murahan!” Teriak Laura mencaci Kayla.
Kayla sedikit kebingungan kenapa Laura tiba-tiba mencaci-maki dirinya. “Salah Kayla apa kak?” Tanya Kayla perlahan, karena ia sangat takut sekarang.
Perlahan Laura mendekat ke Kayla. Kayla melihat tangan kanan Laura memegang sebuah pisau namun ia berusaha untuk tetap tenang.
Kayla benar-benar takut, dia tidak bisa melawan sekarang, dia trauma dengan keadaan ini.
“Lo masih nanya hah?!” Tanya Laura seraya menarik rambut Kayla.
Kayla meringis kesakitan, ia memohon ke Laura agar di lepas, bahkan ia berteriak membuat seisi perpustakaan melihat ke arah mereka.
“Lo itu sebaiknya mati aja!” Geram Laura. Kayla melihat tangan kanan Laura mendekat kearahnya. Tangan yang memegang sebuah pisau.
Dengan sekuat tenaga Kayla mendorong Laura sehingga Laura terjatuh.
Tepat di mana Laura terjatuh anak-anak warriors melewati mereka, Kenzo melihat Kayla yang mendorong Laura dengan sekuat tenaga.
“Lo apaan-apaan sih Kay?” Tanya Kenzo dengan nada sedikit membentak.
Kayla gelagapan ia tidak tau harus menatap apa. “Kak kay-”
“Gue salah milih Lo Kay, Lo kalo ada masalah sama gue selesain jangan kayak bocah!” Teriak Kenzo lalu ia membawa Laura pergi dari sana.
“Darah!” Teriak seorang siswi ketika melihat perut Kayla yang keluar darah.
Benar, ketika Kayla mendorong Laura, pisau yang ada di tangan Laura berhasil menancap tepat di di perut bagian kiri Kayla. Ketika Laura terjatuh akibat dorongan Kayla, pisau itu terlepas dan masih ada di tangan Laura. Namun sayangnya Kenzo tidak melihat sama sekali.
“Kayla!” Elvano segera menghampiri Kayla yang sudah terjatuh lemah.
Kayla memegang perutnya yang terus menerus mengeluarkan darah.
Raka dan Aksa keluar dari perpustakaan untuk mencari bantuan, sedangkan Haris dan Johan mengejar Laura yang sudah di bawa oleh Kenzo.
“Cantik, sayang bertahan ya? Jangan gitu dong,” Ucap Elvano berusaha menenangkan Kayla.
Air mata Kayla jatuh bebas membasahi pipinya. “S-sakit,” lirih Kayla lalu ia mata ia benar-benar terpejam.
Elvano panik sepanik mungkin, ia menggoyangkan badan Kayla. “Kay jangan gitu dong Kay bangun!”
Di lain sisi, dimana araster Zone sedang bertarung dengan kelompok yang menyerang mereka. Sekuat tenaga mereka mempertahankan hak mereka, dan menghabisi kelompok itu dengan membabi-buta.
Dorr
Suara tembakan berhasil memenuhi ruangan di mana mereka berada.
Peluru tersebut mendarat tepat di perut Januar, membuat Januar jatuh.
Dengan penuh amarah, Tristan menghabisi orang yang baru saja menembak Januar. Dengan begitu kelompok yang menyerang mereka telah habis di bantai.
Araster Zone berlari menghampiri Januar, tidak perduli rasa sakit yang mereka terima.
“Jaga Kayla ya.” Ucapan itu yang keluar dari mulut Januar sebelum ia benar-benar memejamkan matanya.
