Sarung tangan
Kini Kirana sedang berada di sebuah restoran bersama Jeno. Mereka sepakat untuk makan dulu sebelum melanjutkan aktivitas mereka.
“Jen,” panggil Kirana.
Jeno mengangkat kepalanya lalu menatap Kirana. “Hm..?” Jawabnya.
“Kirana udah selesai makan,” Ucap Kirana. Kirana yang terakhir selesai makan, sedangkan Jeno sedari tadi telah selesai.
“Yaudah, mau kemana sekarang?” Tanyanya.
Kirana mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. “Ini,” ucapnya menyerahkan sebuah sarung tangan.
Jeno menatap keheranan. “Sarung tangan?”
“Lihat pake itu Psikometri Jeno.”
Jeno memegang sarung tangan tersebut, ia melihat seorang pria dengan pakaian hitam semua, dan masker menutupi wajahnya. Ia terlihat sedang mengikuti seseorang.
“Ada kak Jae?” Tanya Kirana.
“Bukan punya kak Jae ini, kata siapa punya kak Jae?”
“Kata pak Kim,” jawab Kirana.
Jeno yakin yang ia lihat bukanlah Jaehyun, ia sangat kenal bentuk tubuh Jaehyun.
Setelah makan mereka keluar dari restoran tersebut, ketika keluar Jeno tidak sengaja menabrak seseorang yang sedang lewat.
Ia tidak sengaja menyentuh kulit telapak tangan orang tersebut, ia melihat hal yang sama dengan yang ia lihat dari sarung tangan yang di tunjukan Kirana.
Jeno menahan tangan Kirana. “Kenapa Jen?” Tanya Kirana keheranan.
“Lo lihat siapa yang gue tabrak tadi?”
Kirana menggelengkan kepalanya. “Rame Jen gak terlihat tau,” jawabnya.
Memang benar kondisi mall kini sangat rame, dan orang tersebut sangat cepat menghilangnya.