semua orang aneh
Agent Irregular telah bersiap-siap menggunakan baju formal mereka, sebentar lagi mereka akan bertemu dengan dia yang dibilang 'atasan'.
Lucy sedang duduk di sofa seraya bermain game, tiba-tiba saja Winter menghampirinya.
“Luc, Lo kok bebeapa hari ini murung terus,” ucap winter setelah duduk di samping Lucy.
Mendengar ucapan winter, Lucy dengan segera melarikan handphone nya, lalu menoleh ke arah winter. “Gak ada kok, cuman resah aja siapa tau gue mati tertembak setelah ini,” Canda Lucy.
Winter mendesis mendengar candaan Lucy, “Yang ada gue duluan,” Tutur winter lalu segera bangun dari duduknya dan pergi entah kemana.
Lucy tersenyum miring, “sorry,” gumamnya.
Disisi lain Agent regular telah berkumpul di markas besar, mereka sedang menunggu waktu berkumpul tiba.
Johnny yang sedari tadi resah entah apa yang ia pikirkan, segera menelepon seseorang.
“Halo, gimana?” Ucapnya setelah orang yang ia telpon mengangkat.
“Tidak ada kemajuan lagi?”
”........”
“Yasudah, tetap pantau, pastikan dia benar-benar tidak curiga sama kamu.”
”.......”
“Saya tutup,” finishnya, lalu ia segera duduk bersama Agent regular lainnya.
Lucy keluar dari ruangan hendak menuju toilet, ia melihat Jeno yang baru saja keluar dari toilet.
“Hai Jen,” Sapa Lucy.
Mendengar sapaan Lucy, Jeno sedikit terkejut lalu ia dengan segera memasukkan handphonenya kedalam kantong celananya dengan panik.
“Eh i—iya,” jawab Jeno.
“Kenapa panik?”
“Gpp, gue duluan ya,” Pamit Jeno lalu ia melangkahkan kakinya.
“Aneh,” monolog Lucy.