Serahkan dan Bakar
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya beberapa orang yang di telfon oleh pak Kim datang ke ruangan tersebut, mereka membawa 10 koper duit berukuran sedang dan menyerahkannya kepada Pak Kim.
“Sesuai perintah anda Tuan,” ucap salah satu dari mereka.
Pak Kim menghampiri Irregular Agent dan berkata, “Sesuai permintaan kalian, maka dari itu harap bakar semua bukti-buktinya.”
“Bisa saya cek dulu isinya?” Tanya Lucy. Pak Kim mengangguk lalu menyuruh anak buahnya untuk membuka koper duit tersebut. Setelah mengecek semuanya, Lucy meminta Alat yang menyimpan semua data tadi dari Jeno.
Jeno menyerahkan alat tersebut kepada Lucy, lalu menyalakan sebuah api di dekat tong yang ada diruangan tersebut.
“Senang berbisnis dengan anda tuan,” Ucap Lucy, lalu ia segera melemparkan alat yang berisi semua data tersebut ke tong yang sudah ada api menyala.
Haechan, dan Winter terkejut dengan perbuatan Lucy dan Jeno. Namun mereka belum bisa mengumpulkan keberanian untuk bertanya kenapa mereka melakukan ini?
Setelah melihat alat tersebut dibakar oleh Lucy, Pak Kim bernafas lega, dengan segera dia menarik rambut anaknya, Bella agar berdiri.
“Sekarang kamu ikut saya, bisa-bisanya kamu menghancurkan segalanya,” Bentak Pak Kim kepada Bella, lalu menyeret Bella keluar dari ruangan tersebut. Dan diikuti oleh anak buah pak Kim.
“Makasih,” Ucap Lia yang sedari tadi melihat aksi mereka.
Jeno, Lucy, Haechan dan winter melihat ke arah Lia. Jeno menyerahkan sebuah flashdisk kepada Lia. “Semuanya ada disitu, cuman ada satu file,” Ucap Jeno.
Lia mengangguk, lalu menundukkan kepalanya berpamit kepada mereka berempat. Setelah itu ia melangkahkan kakinya keluar.
“Aaaaaaaaa winter cayangggg, kamu gpp kan,” Ucap Lucy hendak memeluk Winter. Namun dengan segera Winter membalikan badan Lucy dan mencekik leher Lucy dengan lengannya.
Begitu juga dengan Haechan yang kini sudah berhasil meringkus Jeno.
“Maksud Lo apa hah? Barang bukti Lo bakar? Mau di penggal pala Lo sama Agent regular?” Tanya Winter dengan sedikit membentak.
Lucy hanya menyengir setelah melihat kekesalan winter. “Hehehehe mending kita angkut itu duit kan lumayan, nah nanti Lo tau dah jawabannya sendiri setelah buka hp ya?”
Winter melepas cekikannya, dengan sedikit mendorong Lucy. Lucy menelfon Jaemin dan Renjun agar segera menyusul mereka ke dalam, untuk mengambil semua duit yang ada.
Setelah mengangkut semua duit, kini mereka semua sudah ada didalam mobil, dengan posisi Jaemin yang menyetir, Renjun di kursi penumpang depan, Lucy dan Jeno di kursi penumpang tengah, dan Haechan, winter yang berada di kursi penumpang belakang.
“Jadi sekarang kita bawa Lucy sama Jeno kemana? Sungai biar bisa di lelepin, atau rumah sakit biar di suntik mati?” Tanya Jaemin.
“Suntik mati ide bagus,” Jawab Haechan.
Lucy dan Jeno hanya menatap saling kebingungan.
“GAK GITU!” Teriak Lucy