Shoot

Winter dan Haechan sedang berada di rooftop gedung dimana konferensi pers diadakan.

Dengan sebuah senapan Krebs costum ak-47 b&w di depan mereka yang sedang mempoint ke seseorang.

Kini senapan winter mempoint tepat di tubuh Jaksa Lee yang sedang berjalan dengan beberapa orang di sekitarnya.

“Shoot,” perintah Haechan.

Winter menarik nafas dalam-dalam, lalu ia dengan berani melepas tembakan dari senapan tersebut. Peluru mengenai tepat pada target, melukai lengan Jaksa Lee.

Semua orang yang ada di bawah sangat terkejut, mereka berusaha melindungi Jaksa Lee. Namun winter tak kalah kaget ketika melihat seseorang juga ikut melindungi Jaksa Lee disana.

“Jeno...” Gumamnya.


“Yohoooo sasaran yang tepat,” ucap seseorang yang baru saja memasuki rooftop dimana Winter dan Haechan berada. Dia adalah Lucas dengan Yuqi.

Winter dan Haechan terkejut, kenapa mereka bisa masuk kesini. Dengan cepat mereka berusaha untuk kabur. Namun percuma pintu di tahan oleh Lucas dan Yuqi.

Lagi-lagi Lucas mengisyaratkan mereka untuk diam dan tenang. Yuqi berusaha menjelaskan ke mereka untuk meletakkan handphonenya.

Winter dan Haechan yang sudah pasrah mereka dua meletakkan handphonenya, lalu di ambil oleh Yuqi.

Lalu Yuqi lagi-lagi menghancurkan handphone mereka. Tidak ada protes dari Haechan ataupun winter, mereka sudah pasrah dengan keadaan.

“Letakkan senapan kalian,” perintah Lucas. Dengan cepat Winter dan Haechan meletakkannya.

“Keluar, turun dengan tangga darurat, didepan tangga darurat akan ada sebuah mobil, disana sudah ada Renjun dan Jaemin, duduk di bangku tengah,” Perjelas Lucas memberi perintah.

“Apa kami di tangkap?” Tanya Winter.

“Penjara tidak buruk bukan?” Jawab Yuqi dengan tatapan meremehkan.

Winter sangat tidak suka dengan tatapan itu, ia segera melangkahkan kakinya keluar disusul oleh Haechan.

“Misi selesai,” Ucap Lucas.

“Selesai pala Lo lima.”